Home
Login.
Artikelilmiahs
8675
Update
DEO RIZKI WINANDA
NIM
Judul Artikel
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN SIKAP TERHADAP DIAGNOSIS THALASSEMIA CARRIER PADA PENDONOR DARAH DI KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang. Thalassemia merupakan kelainan genetik yang sering dijumpai di dunia. Pencegahan thalassemia dirasa lebih berdaya guna untuk menurunkan angka kejadian thalassemia. Penurunan angka kejadian thalassemia mayor dapat dilakukan dengan cara mendeteksi thalassemia carrier. Upaya pencegahan berupa edukasi mengenai thalassemia carrier jika ditujukan ke pendonor darah diharapkan dapat memberikan hasil yang lebih baik. Pada proses pencegahan, pengetahuan dirasa penting karena dapat menentukan sikap seseorang terhadap diagnosis thalassemia. Tujuan. Mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan sikap pendonor darah terhadap diagnosis thalassemia carrier. Metode. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi terjangkau adalah pendonor darah yang melakukan donor di Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banyumas pada bulan Mei dan Juni tahun 2014. Sampel penelitian ini adalah 49 responden. Analisis data menggunakan uji Rank Spearman. Hasil dan Pembahasan. Responden sebagian besar memiliki tingkat pengetahuan pada kategori cukup (49,0%). Responden dengan tingkat pengetahuan kurang (22,4%) dan yang baik (28,6%). Responden sebagian besar memiliki sikap terhadap diagnosis thalassemia carrier pada kategori sedang (61,2%). Responden dengan sikap terhadap diagnosis thalassemia carrier pada kategori negatif (14,3%) dan yang positif (24,5%). Kesimpulan. Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan sikap pendonor darah terhadap diagnosis thalassemia carrier di Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banyumas Tahun 2014 (Rs= 0,553; p = 0,00)
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background. Thalassemia is a genetic disorder which is often found in the world. The prevention of thalassemia is considered more efficient to reduce the incidence of thalassemia. The way to reduce thalassemia major incidence can be done by detecting the thalassemia carrier. The effort to prevent thalassemia carrier is expected to give a better results if the blood donors were given a education about the thalassemia itself. In the prevention process, knowledge is considered as an important thing to determine a person attitude toward the diagnosis of thalassemia Objective. The purpose of this study was to determine the relationship between the level of knowledge with blood donor attitudes towards the diagnosis of thalassemia carrier. Methods. This study was observational analytic cross-sectional approach. Affordable population is donating blood donors in the Indonesian Red Cross (PMI) Banyumas in May and June of 2014. Samples of this study is 49 respondents. Data analysis using Spearman rank test. Results. Respondents most have sufficient level of knowledge in both categories (49.0%). Respondents with poor knowledge (22.4%) and good (28.6%). Respondents most have attitudes toward the diagnosis of thalassemia carriers in the medium category (61.2%). Respondents to the attitude towards the diagnosis of thalassemia carriers in the negative category (14.3%) and positive (24.5%). Conclusions. There is a relationship between the level of knowledge with blood donor attitudes towards the diagnosis of thalassemia carriers in the Indonesian Red Cross (PMI) Banyumas 2014 (Rs = 0.553, p = 0.00).
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save