Home
Login.
Artikelilmiahs
8634
Update
GRETTA AYUDHA
NIM
Judul Artikel
LATAR BELAKANG KONDISI SOSIODEMOGRAFI DAN KEHARMONISAN KELUARGA PADA REMAJA PELAKU TINDAK KEJAHATAN SEKSUAL (Studi Kasus Kejahatan Seksual Remaja di Wilayah Hukum Kejaksaan Negeri Banyumas dan Purwokerto Tahun 2013)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
LatarBelakang:Kasus kejahatan seksual merupakan fenomena gunung es, dikarenakan fakta yang terjadi sesungguhnya jauh lebih besar dibandingkan dengan yang dilaporkan, sehingga perlu dilakukan peninjauan ke berbagai wilayah aspek kehidupan yang berpengaruh terhadap perilaku manusia. Remaja adalah tahap awal dari perkembangan seksual sekunder sampai mencapai kematangan seksual, apabila tidak didukung dengan lingkungan yang kondusif akan menyebabkan terjadinya kenakalan remaja. Oleh karena itu, peran keluarga menjadi sangat penting untuk diteliti karena merupakan lembaga utama pembentukan kepribadian seseorang. Tujuan:Untuk menggambarkan latar belakang sosiodemografi dan keharmonisan keluarga pada remaja pelaku tindak kejahatan seksual di Kabupaten Banyumas tahun 2013. Metode:Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Metode pengumpulan subjek menggunakan non probability sampling jenis purposive. Informan penelitian ini adalah orangtua dari remaja pelaku kejahatan seksual di Kabupaten Banyumas yang berjumlah 5 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah pedoman wawancara mengenai sosiodemografi dan keharmonisan keluarga. Validitas data menggunakan metode triangulasi waktu dan analisis data yang digunakan adalah analisis interaktif. Hasil: Terjadi 35 kasus kejahatan seksual di Kabupaten Banyumas pada tahun 2013 dengan semua pelakunya laki-laki dan sebanyak 62,9% berusia remaja. Dari 5 informan penelitian, didapatkan hasil sebagian besar memiliki tingkat pendidikan menengah, status sosio-ekonomi rendah, status perceraian orangtua dan kurangnya keharmonisan keluarga. Kesimpulan.Kurangnya keharmonisan keluarga yang dipengaruhi oleh aspek sosiodemografi menjadi salah satu faktor yang berkaitan erat dengan terjadinya kasus kenakalan remaja, termasuk kasus kejahatan seksual.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Cases of sexual crime an iceberg phenomenon, which occurs due to the fact actually much larger than reported, so we need to review the various areas of life aspects that influence human behaviour. Teenagers are the early stages of secondary sexual development until it reaches sexual maturity, if not supported by a conducive environment will lead to juvenile delinquency. Therefore, the role of the family is very important to study because it is the lead agency formation of one’s personality. Objective: The aim of this study was to describe the sosiodemographic background and family harmony in juvenile sexual offenders in Banyumas in 2013. Methods:This study uses a qualitative case study approach. The method of collecting the subjects using non-probability purposive sampling types. Informants of this study were the parents of teenage sex offenders in Banyumas, amounting to 5 people. The research instrument used was the interview guidelines regarding sosiodemographic and family harmony. The validity of the data using triangulation of time method and data analysis used id interactive analysis. Results: There were 35 cases of sexual crime in Banyumas in 2013 with all the perpetrators of men and 62.9% were teenagers. Of 5 informant, showed most had secondary education, low socio-economic status, parental divorce status and lack of family harmony. Conclusion: Lack of family harmony is influenced by sosiodemographic aspects to be one factor is closely related to the occurrence of juvenile deliquency cases, including cases of sexual crimes.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save