Home
Login.
Artikelilmiahs
8605
Update
DIYANAH
NIM
Judul Artikel
SERAPAN HARA N DAN P OLEH TANAMAN PADI DENGAN METODE SRI (SYSTEM OF RICE INTENSIFICATION) DAN KONVENSIONAL PADA VARIASI DOSIS PENAMBAHAN ARANG
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Tujuan penelitian adalah (1) Mengidentifikasi kemampuan serapan N dan P tanaman padi pada lahan SRI dan konvensional dengan adanya penambahan arang (2) Membandingkan serapan N dan P pada tanaman dengan hasil produksi BGK (Berat Gabah Kering). Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2013 sampai bulan Desember 2013 di Desa Banjarsari wetan Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas dan di Laboratorium Ilmu Tanah dan Laboratorium Teknologi Pertanian Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Lahan yang digunakan selaus 54 m2 (9x6 m) dibagi menjadi enam plot yaitu tiga plot untuk metode SRI (1) dan tiga plot untuk metode konvensional (2). Dosis arang yang diberikan sebesar 5 ton/ha (A), 10 ton/ha (B), dan 20 ton/ha (C) untuk setiap metode SRI dan konvensional. Variabel pengukuran meliputi (1) kandungan unsur hara (N, P tersedia dan total) tanah, pada metode SRI dan konvensional selama masa pertumbuhan untuk setiap plot, (2) serapan hara (N dan P) di akhir masa tanam (panen) untuk setiap metode SRI dan konvensional dan data hasil produksi BGK. Serapan nitrogen (N) pada petak SRI yaitu petak A1, B1, dan C1 sebesar 52,23 kg/ha, 42,40 kg/ha, dan 83,51 kg/ha sedangkan pada perlakuan konvensional yaitu petak A2, B2, dan C2 masing-masing 78,31 kg/ha, 93,96 kg/ha, dan 39,59 kg/ha. Serapan Fosfor (P) pada petak A1, B1, dan C1 yaitu 24,17 kg/ha, 20,87 kg/ha, dan 40,92 kg/ha sedangkan pada perlakuan konvensional yaitu petak A2, B2, dan C2 masing-masing 42,46 kg/ha, 47,48 kg/ha dan 18 kg/ha. Serapan N dan P tertinggi terjadi pada petak SRI 3 dan Konvensional 2 sedangkan hasil produksi BGK tertinggi adalah SRI 1 dan Konvensional 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil produksi BGK tidak menggambarkan total hara yang diserap tanaman. Hal ini mengindikasikan bahwa yang berpengaruh terhadap BGK adalah dinamika serapan hara selama masa tanam.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The aim of this research are (1) To identify N and P uptake ability of rice plants in SRI and conventional land with the addition of charcoal ( 2 ) Comparing N and P uptake in plant at SRI and conventional methods of production BGK(Dry grain weight) . The research was conducted in April 2013 to December 2013 in the village Banjarsari wetan Banyumas district and in the Laboratory of Soil Science and Laboratory of Agricultural Technology Jenderal Sudirman University Purwokerto . An area of 54 m2 (9x6 m2) were divided into six plots there are three plots for SRI method (1) and three plots for the conventional method (2). Charcoal doses were given in amount of 5 tons / ha (A) , 10 tons/ ha ( B ) , and 20 tons/ha (C) for each SRI and conventional methods . Variables Measured are (1) nutrient content (available and total N, P) soil, at the SRI and conventional methods during rice growth period for each plot, (2) nutrient uptake (N and P) at the end of the growth period ( harvest ) for each SRI and conventional methods and data of BGK production. Nitrogen (N) uptake on SRI plots A1, B1, and C are 52,23 kg/ha, 42,40 kg /ha, and 83,51 kg/ha, respectively on the conventional treatments plots A2 , B2 , and C2 are 78,31 kg/ha, 93,96 kg/ha, and 39,59 kg/ha. Phosphorus (P) uptake on SRI A1 , B1 , and C1 are 24,17 kg/ha, 20,87 kg/ha, and 40,92 kg/ha, respectively on the conventional treatments plots A2, B2, and C2 are 42,46 kg/ha, 47,48 kg/ha, and 18 kg/ha. The highest of N and P uptake are in SRI 3 and Conventional 2 while the highest BGK productivity is SRI 1 and conventional 1. The results showed that BGK productions is not present absorbed nutrients by plants. In this study showed that BGK productivity affected by dynamics of N and P uptake during the growth period.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save