Home
Login.
Artikelilmiahs
8477
Update
DEVIA ANNISA HANDOKO
NIM
Judul Artikel
PERBEDAAN KETEBALAN EPITEL PASCA PEMBERIAN MEMBRAN KITOSAN PADA PROSES PENYEMBUHAN ULKUS MUKOSA LABIAL TIKUS Sprague dawley
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Ulkus pada rongga mulut merupakan kondisi terjadinya kerusakan epitel yang mengenai ujung saraf pada tepi membran basalis hingga tepi lamina propia. Kerusakan epitel ini mengakibatkan rasa sakit. Ulkus dalam rongga mulut dapat sembuh namun perlu waktu beberapa hari, saat ini sedang dikembangkan bahanbahan alami untuk mempercepat penyembuhan luka salah satunya adalah kitosan. Kitosan mempunyai sifat biokompatibilitas, aktivitas hemostatik, non toksik dan sifat anti infeksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan ketebalan lapisan epitel dengan yang diberikan membran kitosan dan yang tidak diberikan dalam proses penyembuhan luka ulkus pada hari ke-3 dan ke-5. Tiga puluh dua tikus dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Perlakuan pada mukosa mulut rahang bawah dibuat ulkus dengan menggunakan kertas saring yang direndam asam asetat 50%. Luka pada kelompok perlakuan diberikan membran kitosan 0,1%, sedangkan untuk kelompok kontrol hanya diberikan aquades. Delapan ekor tikus dari tiap kelompok didekapitasi pada hari ke-3 dan ke-5 setelah perlukaan. Jaringan luka dibuat preparat histologi dengan pengecatan Hemaktosilin Eosin (HE) untuk mengamati ketebalan lapisan epitel. Data rata-rata ketebalan lapisan epitel dianalisis menggunakan uji statistik one way ANOVA dilanjutkan dengan uji Post-Hoc LSD. Pada uji beda LSD menunjukan bahwa rata-rata ketebalan lapisan epitel pada kelompok perlakuan lebih tebal dibandingkan dengan kelompok kontrol pada hari ke-3 dan ke-5. Simpulan penelitian ini adalah terdapat perbedaan ketebalan lapisan epitel antara kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan pada hari ke-3 dan ke-5.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Ulcer in oral cavity is a condition of epithelial damages that affect the nerves ending of basalis membrane to the lamina propria. Epithelial damages are causing pain. Ulcer in oral cavity can heal, but it takes a few days, nowadays, there are some natural ingredients that developed to be a material that can accelerate the wound healing process, one of those ingredients is chitosan. Chitosan has the properties of biocompatibility, hemostatic activity, non-toxic and anti-infective. The purpose of this study was to determined the differences thickness of the epithelial layer that be given a chitosan membrane and not on a wound healing process especially at day 3th and 5th of those process. Thirty-two rats were divided into two groups: control group and treatment group. The treatment was making an ulcer on mandibular oral mucosa of rat using filter paper that soaked in 50% asetic acid solution before. 0.1% chitosan membrane give to the ulcer in the treatment group, while in the control group was given by distilled water only. Eight rats from each group were decapitated at day 3th and 5th of the treatment. Preparing histology was made with a colouration of Hemaktosilin Eosin (HE) to observed the thickness of the epithelium. The average data of the epithelial layer thickness was analyzed with one-way ANOVA statistical test and continued with post hoc LSD test. LSD in various tests showed that the average thickness of the epidermis is thicker in the treatment group compared with the control group at day 3th and 5th of treatment. The conclusion of this study, there was a difference thickness between epithelial layer of the control group and the treatment group at day 3th and 5th of treatment.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save