Home
Login.
Artikelilmiahs
8454
Update
BUNGA MAULANI ISKANDAR
NIM
Judul Artikel
HUBUNGAN TINGKAT DEPRESI DENGAN STATUS KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT PADA PASIEN GANGGUAN JIWA (Studi Cross-Sectional pada Pasien Rawat Inap Instalasi Kesehatan Jiwa Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Status kebersihan gigi dan mulut adalah suatu keadaan atau kondisi yang menggambarkan tingkat kebersihan gigi dan mulut seseorang pada saat itu. Status kebersihan gigi dan mulut dapat diketahui dari jumlah debris, plak dan kalkulus. Debris merupakan sisa makanan atau deposit lunak yang dapat dibersihkan dengan berkumur, semprotan air, atau dengan menyikat gigi, sementara plak selalu timbul meskipun telah dibersihkan dan mulai terbentuk 4 jam setelah gigi dibersihkan. Salah satu faktor yang mempengaruhi status kebersihan gigi dan mulut adalah faktor perilaku, kurangnya motivasi pada penderita depresi akan mempengaruhi perilaku yang berhubungan dengan kesehatan mulut pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat depresi dengan status kebersihan gigi dan mulut pada pasien gangguan jiwa. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik, dengan pendekatan cross-sectional, dan hasil perhitungan sampel sebanyak 39 subjek penelitian yang dilakukan pengukuran tingkat depresi dengan menggunakan kuesioner BDI-II dan perhitungan status kebersihan gigi dan mulut dengan metode OHI-S. Uji normalitas data menggunakan uji Shapiro-Wilk menunjukkan distribusi data normal. Uji hubungan menggunakan uji Chi-Square dengan hasil nilai p=0,000. Berdasarkan hasil ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara tingkat depresi dengan status kebersihan gigi dan mulut pada pasien gangguan jiwa. Pasien disarankan untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut untuk meminimalisasi terjadinya gangguan kesehatan rongga mulut. Kata kunci : status kebersihan gigi dan mulut, kesehatan rongga mulut, tingkat depresi Kepustakaan : 30 (2001-2013)
Abtrak (Bhs. Inggris)
Oral hygiene status is a state or condition which can be describe the level of oral hygiene of a person at that time. Oral hygiene status can be determined from the amount of debris, plaque and calculus. Debris is leftovers or soft deposits that can be cleaned by rinsing, water spray, or by brushing, while plaque always arise although it has been cleared and began to take shape in four hours after the tooth is cleaned. One of the factors that affect the status of oral hygiene is behavioral factor, the lack of motivation in depressed people will affect the behavior related to patient's oral health. This study aims to determine the relationship between the level of depression and oral hygiene status in patients with mental disorders. This study uses analytic observational method, cross-sectional approach, and the results of a sample calculation of a total of 39 research subjects conducted by measuring the levels of depression using the BDI-II questionnaire and the calculation of oral hygiene status with OHI-S method. The data normality test conducted by using the Shapiro-Wilk test showed a normal distribution of data. The relationship test conducted by using Chi-Square test with the result of p value = 0.000. Based on these results it can be concluded that there is a significant relationship between the level of depression with oral hygiene status in patients with mental disorders. Patients were advised to maintain oral hygiene to minimize the occurrence of oral health problems. Keywords: oral hygiene status, oral health, level of depression Literature: 30 (2001-2013)
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save