Home
Login.
Artikelilmiahs
8416
Update
HERDYNA GITA VIOLLENI
NIM
Judul Artikel
EFEK KOMBINASI EKSTRAK TEMULAWAK DAN JAHE TERHADAP KADAR ALT, AST DAN GAMBARAN HISTOPATOLOGI HATI TIKUS YANG DIINDUKSI DOKSORUBISIN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Doksorubisin merupakan salah satu agen kemoterapi yang efektif dengan efek samping hepatotoksisitas. Temulawak dan jahe masing-masing memiliki kandungan xanthorrhizol dan gingerol yang telah terbukti sebagai antioksidan yang dapat mencegah terjadinya efek hepatotoksik tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari kombinasi ekstrak temulawak dan jahe dalam menurunkan nilai AST dan ALT serta memperbaiki histopatologi hati tikus yang diinduksi doksorubisin. Penelitian ini termasuk eksperimental dengan rancangan acak lengkap. Tikus jantan galur Wistar sebanyak 35 ekor dibagi menjadi lima kelompok. Kelompok 1 diberi Na-CMC 1,5%; kelompok 2 diberi doksorubisin 2,5 mg/kg BB (i.p) setiap tiga hari sekali; kelompok 3 diberi doksorubisin + ekstrak temulawak dan jahe 250 mg/kgBB/hari (p.o); kelompok 4 diberi doksorubisin + ekstrak temulawak dan jahe 500 mg/kgBB/hari (p.o); dan kelompok 5 diberi doksorubisin + ekstrak temulawak dan jahe 750 mg/kgBB/hari (p.o) dengan perlakuan selama 16 hari. Pada hari ke-17 semua hewan diambil darahnya dan dikorbankan untuk diambil organ hati. Nilai ALT dan AST dievaluasi untuk melihat kerusakan sel hati yang akan diamati secara histopatologi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak temulawak dan jahe dapat menurunkan nilai AST dan ALT namun tidak berbeda signifikan dengan kelompok yang diberi doksorubisin. Gambaran histopatologi dengan pewarnaan H&E menunjukkan bahwa organ hati mengalami kongesti berat pada pemberian doksorubisin saja dan terdapat perbaikan kerusakan organ hati berupa kongesti ringan dan hepatosit balloning pada kelompok yang diberikan kombinasi ekstrak temulawak dan jahe. Kombinasi ekstrak temulawak dan jahe tidak mampu mempertahankan nilai ALT dan AST pada tikus yang diinduksi doksorubisin.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Doksorubisin is an antibiotics of the anthracyclines which effective as chemotherapeutic agents. The side effects of using doksorubisin is hepatotoxicity. Temulawak and Jahe has a possible potent to prevent hepatotoxic as a result of used doxorubicin. This study aimed to observe the potential antioxidant effect of temulawak and jahe combination against doxorubicin–induced hepatotoxicity in rats based on ALT, AST, and histopathology of liver. 35 Wistar male rats were divided into five groups. Group 1 was given Na-CMC 1,5%; group 2 was given doxorubicin 2.5 mg/kg intraperitoneally once every three days; group 3 was given doxorubicin + combination of temulawak and jahe (Teja) 250 mg/kg/day orally; group 4 was given doxorubicin + Teja extract 500 mg/kg/day orally; and groups 5 was given doxorubicin + Teja extract 750 mg/kg/day orally. The treatment was given for 16 days. All the animals were sacrificed to take the liver organs and the blood on 17th day. The value of AST and ALT are evaluated to see the liver cells damage. The result of this study shows that doxorubicin caused elevation in serum ALT and AST enzymes and teja extracts can reduce the levels of AST and ALT. Histological examination indicates liver damage on doxorubicin administration only andthe lower liver damage on teja extract administration. This study confirmed that the combination of temulawak and jahe has not a protective effect in rats against liver damage induced by doxorubicin with indicated a decrease in the value of AST and ALT and in the liver damage.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save