Home
Login.
Artikelilmiahs
8337
Update
SUSANTI
NIM
Judul Artikel
"Proses Pembentukan Kata dalam Lagu Dolanan Anak-anak Bebahasa Jawa (Suatu Kajian Morfofonemik)"
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Bahasa Jawa adalah bahasa yang digunakan penduduk bersuku bangsa Jawa. Pemakai bahasa Jawa memiliki ciri khusus bahasa dalam menuturkan baik dialek, cara pelafalan atau penulisannya. Mereka dalam mengungkapkan bahasanya dapat diwujudkan dalam sebuah tembang yang bisa dilagukan dalam sehari-hari. Penelitian ini membahas proses pembentukan kata dan proses morfofonemik dalam tembang dolanan berbahasa Jawa. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif dengan sumber data penelitian kumpulan tembang dolanan berbahasa Jawa. Pengambilan data berfokus pada kata-kata dalam lirik tembang dolanan berbahasa Jawa yang mengalami proses morfologis dan morfofonemik. Metode pengumpulan data menggunakan metode simak dengan teknik catat, Data dianalisis dengan metode agih, teknik lanjutan yang digunakan adalah teknik bagi unsur langsung. Dari hasil analisis dapat disimpulkan, proses pembentukan kata dalam tembang dolanan berbahasa Jawa terjadi proses afiksasi, reduplikasi dan komposisi. Afiks yang ditemukan dalam penelitian ini adalah awalan [N-] dengan variasi bentuk alomorf [n-], [ng-], [ny-], dan [m-], awalan [di], awalan [sa-], awalan [ke-], awalan [a-], sisipan [-el-], sisipan (-um-), akhiran [-e] dengan variasi alomorf [-ne], akhiran [-na), akhiran [-an], akhiran [-en], akhiran [-ana], akhiran [-ane], gabungan [tak-ake], gabungan [N-ake], gabungan (N-i), gabungan [N-e], gabungan [ke-an], gabungan [sa-e], gabungan (pa-/-ne), gabungan [tak-i]. Reduplikasi meliputi dwilingga, dwipurwa, dwilingga salin swara, dan reduplikasi berimbuhan. Proses morfofonemik pada tembang dolanan anak-anak berbahasa Jawa yaitu perubahan fonem dan penambahan fonem. Proses perubahan fonem terjadi pada morfem dasar berfonem awal /p/, /k/, /t/, /s/, dan /c/ bertemu dengan prefiks /N/. Perubahan fonem tersebut terjadi apabila prefiks /N/ bertemu dengan morfem dasar yang berfonem awal /p/, dan /k/ maka terealisasi menjadi /m/, prefiks /N/ bertemu dengan morfem dasar yang berfonem awal /t/ maka terealisasi menjadi /n/, prefiks /N/ bertemu dengan morfem dasar yang berfonem awal /k/ maka terealisasi menjadi /ng/, prefiks /N/ bertemu dengan morfem dasar yang berfonem awal /s/, dan /c/ maka terealisasi menjadi /ny/. Proses penambahan fonem terjadi pada morfem dasar yang berakhir dengan fonem vokal /a/ dan /i/. Penambahan fonem terjadi apabila morfem yang berakhiran vokal diikuti oleh sufiks /-e/ maka terjadi penambahan fonem /n/.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Javanese language is spoken by Javanese people. Javanese speakers have their own why to express the language in terms of dialect, pronunciation and spelling. In expressing their language, they might create folksong to sing. This research discusses word formation and morphophonemic process in javanese folksongs. This is a descriptive qualitative research by selecting a collection of Javanese folksong as data source. The data collection focuses on words of folksong’s lirick which experience morphological and morphophonemic process. Method of data collection was conducted by observation and note taking. Then data were analyzed by using distributional method and immediate constituent analysis. The result shows that the process of word formation in Javanese folksongs involves affixation, reduplication and composition. Affixes found in this finding are prefix [N-] by its allomorphs: [n-], [ng-], [ny-], and [m-], prefix [di-], prefix [sa-], prefix [ke-], prefix [a-], infix [-el-], infix [-um-], suffix [-e], by its allomorphs [-ne], suffix [-na], suffix [-an], suffix [-en], suffix [-ana], suffix [-ane], simulfix [tak-ake], simulfix [N-ake], simulfix [N-i], simulfix [N-e], simulfix [ke-an], simulfix [sa-e], simulfix [pa-ne], and simulfix [tak-i]. Then reduplication includes dwilingga salin suara and affixed reduplication. Morphophonemic process found in the folksongs comprises phoneme change and phoneme addition. The process of phoneme change occurs when basic morphemes initiated by phoneme /p/, /k/, /t/, /s/, and /c/meets prefix /N/. This changed happends when prefix /N/ meets basic morphemes initiated by either phoneme /p/ or /k/, it becomes phoneme /m/. Then when prefix /N/ meet basic morphemes initiated by phoneme /t/, it is realized by phoneme /n/. Similiary, when prefix /N/ meet basic morphemes initiated by phoneme /k/ it is realized by phoneme /Ƞ/, when , when prefix /N/ meet basic morphemes initiated by phoneme /s/ and /c/ it is realized by phoneme /ň/. Meanwhile, the process of phoneme addition was found in basic morphemes ended by vowel phoneme /a/ and /i/. It occurs when morphemes ended by vowel phoneme is followed by suffix /-e/, it would be added by phoneme /n/.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save