Home
Login.
Artikelilmiahs
8311
Update
META PUSPITASARI
NIM
Judul Artikel
Tingkat efikasi diri keluarga di Desa Melung sebagai desa rawan bencana di Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar belakang :Bencana merupakan suatu peristiwa yang mengancam dan mengganggu kelangsungan hidup masyarakat. Bencana yang terjadi berdampak pada psikologis, fisik, maupun sosial ekonomi masyarakat.Bencana yang terjadi menantang wilayah-wilayah, lingkungan, dan komunitas yang menjadi korban untuk bangkit kembali pada kehidupan dan masa depannya.Keyakinan untuk melakukan tindakan yang diharapkan sehingga kehidupan kembali seperti semula sangat penting.Kondisi yang demikian dinamakan efikasi diri. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efikasi diri keluarga di Desa Melung sebagai desa rawan bencana di Kabupaten Banyumas Metode :Jenis penelitian ini deskriptif kuantitatif dan menggunakan teknik simple random sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah keluarga di desa Melung sebagai desa rawan bencana Kabupaten Banyumas.Jumlah sampel dalam penelitian sebanyak 111 responden dan menggunakananalisis deskriptif. Hasil Penelitian :Tingkat efikasi diri keluarga di desa Melung sebagai desa rawan bencana di Kabupaten Banyumas, tingkat efikasi sangat tinggi sebanyak 9.9%, responden dengan tingkat efikasi tinggi sebanyak 68.5%, dan responden dengan tingkat efikasi sedang sebanyak 21.6%. Pembahasan :Tingkat efikasi diri keluarga di Desa Melung sebagai desa rawan bencanaKabupaten Banyumas tinggi yang ditunjukkan oleh sebagian besar responden mampu mengontrol perasaan ketika menghadapi masalah dan mengelola masalah. Kesimpulan :Tingkat efikasi diri keluarga di Desa Melung sebagai desa rawan bencana di Kabupaten Banyumas dengan hasil mayoritas responden dengan tingkat efikasi tinggi, yaitu 68.5%.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background : Disaster is an event that threat and disturbthe function of people lives. The disaster can affect in psychological, physical, social and economic. The disaster can challenge the areas, environment, and communities who are victims that try to get back on their life and future. Confidence to perform actions that are expected to return their life to normal life is very important. Such a condition is called self-efficacy. Objective : This study aimed to know the level of self-efficacy family in Melung village as disasterprone areas in Banyumas District. Methods: This study used a descriptive quantitative with simple random sampling technique. The population in this study were families in Melung Village as disasterprone areas in Banyumas District. Total samples in this study were 111 respondents and used descriptive analysis. Results : The level of self-efficacy family in Melung Villageas disasterprone areas in Banyumas District showed very high level 9.9%, respondents in high levels of efficacy was 68.5%, and respondents in moderate level of efficacy was 21.6%. Discussion : The level of self-efficacy family in Melung Village as disasterprone areas in Banyumas Districtthat shown by the majority of respondents were able to control the feelings of society when they faced problems and manage problems. Conclusion : The level of self-efficacy family in Melung Village as disasterprone areas in Banyumas District with the results of majority of respondents with a high level of efficacy is68.5%.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save