Home
Login.
Artikelilmiahs
8139
Update
NURJANNAH IKA S
NIM
Judul Artikel
Bioremediasi Phenanthrene (PAH) oleh Bacillus megaterium BM-PFFP dan Bacillus aquimaris BA-PZN Dengan Penambahan Surfaktan dan Indigenous Bacteria dari Sedimen
Abstrak (Bhs. Indonesia)
ABSTRAK Phenanthrene merupakan salah satu jenis PAH yang bersifat hidrofobik, toksik dan mutagenik, sehingga sulit terdegradasi secara alami dan sangat berbahaya bagi biota perairan. penambahan surfaktan dan indigenous bacteria direkomendasikan agar dapat mempercepat proses bioremediasi. penelitian dilakukan terhadap kemampuan bakteri hidrokarbonoklastik (Bacillus megaterium BM-PFFP dan Bacillus aquimaris BA-PZN) menggunakan surfaktan sintetik (tween-80) dan biosurfaktan lesitin dari ekstrak kuning telur, serta sedimen Cilacap sebagai indigenous bacteria, dalam uji bioremediasi phenanthrene meliputi 5 perlakuan, P0 (kontrol), P1(BM-PFFP+ BA-PZN), P2 (BM-PFFP+ BA-PZN+tween-80), P3 (BM-PFFP+ BA-PZN+lesitin), P4 (BM-PFFP+ BA-PZN+tween-80+ sedimen), P5 (BM-PFFP+ BA-PZN+lesitin+ sedimen) yang diinkubasi pada waterbath shaker selama 28 hari pada suhu 37ºC dan kecepatan 150 rpm. Pengamatan terhadap kadar phenanthrene dilakukan pada hari ke-0, hari ke-7 dan hari ke-28. Ekstraksi phenanthrene menggunakan metode Liquid-Liquid Extraction (LLE), serta n-hexane dan dicholomethane sebagai pelarut. Analisis phenanthrene menggunakan GC-FID. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri B. aquimaris BA-PZN dan B. megaterium BM-PFFP mampu menurunkan konsentrasi phenanthrene selama 28 hari pada uji bioremediasi dengan kemampuan mendegradasi phenanthrene sebanyak 90 % tanpa penambahan surfaktan dan indegenous bacteria. Berdasarkan hasil B. megaterium BM-PFFP dan B. aquimaris BA-PZN dapat dijadikan bakteri khusus untuk mendegradasi phenanthrene.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Phenanthrene is one type of hydrophobic, toxic and mutagenic PAHs, so difficult to be degraded naturally and very dangerous for aquatic biota. Surfactant addition and indigenous bacteria are recommended to accelerate bioremediation process. A research conducted on hydrocarbonoclastic bacteria (Bacillus megaterium BM-PFFP and B. aquimaris BA-PZN) ability using synthetic surfactant (tween-80) and lecithin bio-surfactant from egg yolk extract, and indigenous bacteria from Cilacap sediment, in phenanthrene bioremediation. Five treatments, i.e, P0 (control), P1 (BM-PFFP + BA-PZN), P2 (BM-PFFP + BA-PZN + tween-80), P3 (BM-PFFP + BA-PZN + lecithin), P4 (BM-PFFP + BA-PZN + tween-80 + sediment), P5 (BM-PFFP + BA-PZN + lecithin + sediment) were incubated in water bath shaker for 28 days at 37ºC and a speed of 150 rpm. Observations of phenanthrene levels were performed on day-0, day-7 and day-28. Liquid-Liquid Extraction (LLE) Extraction phenanthrene used n–hexane and dicholomethane as solvents. Phenanthrene analysis was performed using GC–FID. The results showed that B. megaterium BM-PFFP and B. aquimaris BA-PZN bacteria enabled to decrease 90% phenanthrene concentration for 28 days in bioremediation without surfactant or indigenous bacteria additions. B. megaterium BM-PFFP and B. aquimaris BA-PZN bacteria could degrade phenanthrene.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save