Home
Login.
Artikelilmiahs
8099
Update
IRWAN BADRIYANTO
NIM
Judul Artikel
STUDI GENUS Terebralia PADA VEGETASI RUMPUT LAUT Gracilaria verrucosa DI KAWASAN SILVOFISHERY DESA RANDUSANGA, KABUPATEN BREBES
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Terebralia (Gastropoda) merupakan organisme perairan yang menghuni kawasan silfovishery. Beberapa di antara jenis Terebralia ada yang memiliki nilai ekonomis penting dan dikonsumsi masyarakat di sekitar tambak silvofishery. Tujuan dari penelitian ini mengetahui keanekaragaman Terebralia dan mengetahui hubungan Terebralia dan rumput laut Gracilaria verrucosa. Penelitian ini menggunakan metode survei, pengambilan sampel menggunakan metode random sampling dengan transek kuadrat berukuran 1x1m, pengamatan dilakukan selama 3 kali dalam interval waktu 7 hari. Data yang di peroleh ditabulasi kedalam tabel data, selanjutnya dianalisis menggunakan ANOVA dan uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan kepadatan Terebralia tertinggi terdapat pada stasiun I (monokultur) dengan nilai rata-rata 70±24 indv/m2. Indeks keanekaragaman menunjukkan komunitas sedang, indeks kemerataan berkategori tinggi, sedangkan nilai indeks dominansi berkategori rendah. Kepadatan rumput laut tertinggi dengan rata-rata 11,78 kg/m2 pada stasiun monokultur. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara jumlah Terebralia dan rumput laut Gracilaria verrucosa, artinya semakin bertambah luasan rumput laut Gracilaria verrucosa maka akan diikuti oleh meningkatnya jumlah Terebralia.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Terebralia (Gastropoda) represents one of aquatic organisms inhabiting Silvofishery zone. Some of Terebralia had important economic value and were consumed by communities around silvofishery ponds. The purpose of this study was to find out Terebralia diversity and its relationship with Gracialaria verrucosa seaweed. A survey method was applied 1x1 m quadrant transect according to simple random sampling. Observations were conducted 3 times in an interval of 7-days. Data were tabulated and were then F-tested and LSD-tested. The results showed that highest average of Terebralia density was 70±24 indv/m2. Diversity index resulted in moderate community. Evenness index was cathegorized as high. However, dominance index was in low cathegory. Seaweed density was highest in station I with an average of 11.67 kg/m². A test indicated that the number Terebralia correlated with Gracilaria verrucosa seaweed, meaning growing area of Gracilaria verrucosa then followed by increasing number of Terebralia.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save