Home
Login.
Artikelilmiahs
8098
Update
TSALASA AGUSTINA
NIM
Judul Artikel
Hubungan Kematangan Emosi Terhadap Kecenderungan Perilaku Self Injury Pada Remaja Di Purwokerto
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang. Kematangan emosi merupakan suatu keadaan atau kondisi tercapainya tingkat kedewasaan dari perkembangan emosional. Dikatakan bahwa usia remaja dianggap sebagai periode badai dan tekanan, suatu masa dimana ketegangan emosi meninggi. Individu yang belum matang secara emosi dapat menyebabkan seseorang melakukan self injury. Penelitian menyebutkan terdapat 314 kasus kejadian self injury pada remaja di Indonesia. Tujuan. Mengetahui hubungan kematangan emosi terhadap kecenderungan perilaku self injury pada remaja di Purwokerto. Metode. Penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Peneliti melakukan pengambilan data pada 90 siswa SMA “X” Purwokerto. Responden diambil dengan menggunaan non probability sampling dengan metode consecutive sampling. Kematangan emosi dan kecenderungan perilaku self injury masing-masing diukur dengan menggunakan kuisioner yang sebelumnya diwajibkan dengan mengisi kuisioner skala kebohongan Lie Score Minnesota Multiphasic Personality Inventory (LMMPI). Analisis bivariat dilakukan dengan uji korelasi Pearson. Hasil. Terdapat hubungan yang bermakna antara kematangan emosi dengan kecenderungan perilaku self injury (p = < 0,001). Kekuatan korelasi adalah sedang ( r = - 0,402) dengan arah korelasi negatif yang artinya semakin tinggi kematangan emosi, maka semakin rendah kecenderungan perilaku self injury terjadi. Kesimpulan. Terdapat hubungan kematangan emosi terhadap kecenderungan perilaku self injury pada remaja di Purwokerto
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background. Emotional maturity is the capability of a person to achieve maturity level of emotional development. Adolescence is regarded as the period of stress and strain, a time when tensions heightened emotions. Insecure and emotionally immature people often exhibit behavior of self-injury disorder. Some research found 314 samples of self injury incidents by adolescents. Objective. The aim of this study was to know the correlation between emotional maturity and tendency of self injury behavior of adolescents in Purwokerto. Method. This study is an analytic observational studies with cross sectional design. Researcher retrieve data sample of 90 students of SMA “X” Purwokerto. Respondents were drawn using of non probability sampling with consecutive sampling method. Emotional maturity and self-injury behavioral tendencies of each was measured using a questionnaire. The respondents were previously required to fill out a questionnaire scales of lie it called Lie Score Minnesota Multiphasic Personality Inventory (LMMPI). Results. Bivariate analysis performed by Pearson correlation test. There is a significant correlation between emotional maturity with a tendency to self-injury behavior (p = <0.001). The strength of the correlation was moderate (r = - 0.402) with negative direction which means that the higher the emotional maturity, the lower the tendency of self-injury behavior occurs. Conclusion. There was correlation between emotional maturity with a tendency to self injury behavior in adolescents in Purwokerto
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save