Home
Login.
Artikelilmiahs
8093
Update
MILDA DWI AGISTINA
NIM
Judul Artikel
Histologi Struktur Perkembangan Gonad Ikan Nilem (Osteochilus hasselti) Hasil Perlakuan Tetraploid
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini berjudul histologi struktur perkembangan gonad ikan nilem (osteochilus hasselti) hasil perlakuan tetraploid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan gonad dan struktur gonad ikan Nilem hasil perlakuan tetraploid. Metode yang digunakan adalah metode survey dengan mengamati struktur perkembangan gonad ikan tetraploid. Ikan hasil tetraploid di histologi kemudian diamati melalui mikroskop. Sampel ikan diambil sebanyak 6 ekor tetraploid dan 1 ekor kontrol. Penelitian ini dilakukan mulai bulan Oktober sampai Desember 2013 di Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perkembangan gonad yang di analisis melalui histologi menunjukan tingkatan aktif perkembangan ovarium dari tahap oogonia sampai dengan tahap maturasi. Ikan nilem hasil teraploid memiliki gonad yang menyatu dan memanjang yang berisi oogonium dan semua tahapan sel oogenesis didominasi oleh oogonia dengan proporsi sel 85.42% dan oosit vitelogenin endogen 75.54%.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research, entitled Histological Structure of Ovarian Development nilem of Hard-lipped Barb Fish (Osteochilus hasselti) Post-tetraploid Treatment, aimed to determine ovarian development and structure. The fish underwent tetraploid treatment. Structure of tetraploid fish ovarian development was handled and observed according to classic histological method using light microscopy. Ovarian samples were collected from 6 tetraploid individuals and 1 control individual. The research was conducted during October-December 2013 in laboratory of Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The results showed that ovarian development demonstrated several levels from ovarian oogonia to maturation stage. Teraploid fish ovary were fused and elongated oogonia. All stages of oogenesis were dominated by oogonia cells of proportion of 85.42%. Endogenous oocyte vitelogenin was 75.54%.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save