Home
Login.
Artikelilmiahs
8019
Update
RUSDAN AKWAM
NIM
Judul Artikel
KELAYAKAN USAHATANI KOPI ROBUSTA DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PENDAPATAN USAHATANI PETANI KOPI DI KECAMATAN CIBALONG KABUPATEN TASIKMALAYA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Tanaman kopi robusta merupakan salah satu komoditas unggulan di Kabupaten Tasikmalaya yang diusahakan dengan pola perkebunan rakyat. Luas lahan tanaman kopi robusta di Kabupaten Tasikmalaya adalah sebesar 1.545,8 ha dan luas lahan paling besar berada di Kecamatan Cibalong sebesar 340,5 ha. Analisis kelayakan usahatani belum dimiliki oleh para petani kopi, dikarenakan pada umumnya petani hanya fokus pada budidaya dan hasil saja. Hasil analisis tersebut dapat digunakan sebagai dasar dalam membuat keputusan manajerial oleh petani dalam menjalankan usahataninya. Selain itu dapat membantu petani dalam pengajuan permodalan ke berbagai lembaga yang terkait. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) biaya dan pendapatan usahatani, (2) kelayakan usahatani kopi robusta dan (3) kontribusi usahatani kopi robusta terhadap pendapatan usahatani petani. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Ereunpalay, Setiawaras, Cisempur, dan Parung Kecamatan Cibalong Kabupaten Tasikmalaya pada bulan September 2013 sampai Desember 2013. Metode pengambilan data dilakukan dengan survey dan pengambilan sampel dilakukan secara Two Stage Cluster Sampling. Sample penelitian ini adalah petani yang menjalankan usahatani kopi robusta. Metode analisis yang digunakan adalah analisis biaya dan pendapatan, analisis kelayakan usaha serta analisis kontribusi pendapatan. Hasil analisis biaya dan pendapatan rata-rata usahatani kopi robusta satu hektar per tahun menunjukkan bahwa biaya produksi usahatani kopi adalah Rp6.878.860, penerimaan yang diterima petani adalah Rp10.357.412, sehingga pendapatan yang diterima petani adalah sebesar Rp3.589.319. Secara finansial usahatani kopi robusta di Kecamatan Cibalong Kabupaten Tasikmalaya layak untuk diusahakan yang ditunjukkan oleh nilai NPV sebesar Rp3.156.856,25, IRR sebesar 20,44%, NetB/C sebesar 1,32 dan PBP sebesar 7 tahun 7 bulan 12 hari. Pada hasil analisis kontribusi pendapatan usahatani, pendapatan usahatani kopi memberikan kontribusi sebesar 56,23% terhadap pendapatan total usahatani lahan kopi robusta.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The robusta coffee plant was the best commodity in Tasikmalaya Regency cultivated by people’s plantations pattern. The robusta coffee plant land areas is located in Tasikmalaya Regency is 1.545,8 hectare and the largest land area is located in Cibalong Subdistrict is 340,5 hectare. The analysis feasibility farming is not owned by farmers because the generally farmer’s only focus on cultivated and result. The output of analysis can be used as a basic for making managerial decisions by farmer’s to runs their’s farming to various institutions related. The research aimed to know: (1) costs and income farming, (2) feasibility of robusta coffee farming, and (3) contribution of robusta coffee farming to farmers are of revenue farming. This research implemented in Ereunpalay, Setiawaras, Cisempur, and Parung Village’s Cibalong Subdistrict Tasikmalaya Regency on September, 2013 until December, 2013. The method of taking data was carried out by survey and taking the sample was carried out by Two Stage Cluster Sampling. The sample are the farmer’s are running the robusta coffee farming. Analysis methods using the cost and results analysis, advisability analysis and contribution analysis. The result of cost analysis and average income the robusta coffee farming for one hectare per year is Rp.6.878.860, the farmer’s received revenue Rp.10,357,412, which means that they got profit Rp.3.589.319. Financially of robusta coffee farmings in Cibalong Subdistrict, Tasikmalaya Regency can be implented because the value of NPV is Rp3.156.856,25; IRR is 20,44%; NetB/C is 1,32; and The PBP is 7th years 7th month 12nd days. The Coffee's farm income give 56,23% contribution total revenue of robusta coffee’s farm
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save