Home
Login.
Artikelilmiahs
7888
Update
INTAN PUSPITA HAPSARI
NIM
Judul Artikel
PENGARUH SENAM AEROBIK TERPROGRAM TERHADAP LINGKAR PINGGANG
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang. Obesitas sentral merupakan salah satu faktor risiko penyakit metabolik yang prevalensinya terus meningkat baik di Indonesia maupun dunia. Lingkar pinggang dapat mendeteksi obesitas sentral dengan ketepatan yang cukup tinggi. Senam aerobik merupakan salah satu contoh latihan fisik yang paling cocok untuk membakar lemak tubuh, termasuk lemak di daerah abdomen. Tujuan. Mengetahui penurunan ukuran lingkar pinggang setelah senam aerobik. Metodologi Penelitian. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan menggunakan pre and post test design. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Fisiologi Jurusan Kedokteran FKIK Unsoed dan sanggar senam Sisca Purwokerto selama dua belas minggu pada 24 mahasiswi Unsoed yang berusia 15-25 tahun. Analisis data bivariat untuk mengetahui perbedaan lingkar pinggang sebelum dan sesudah melakukan senam aerobik menggunakan uji T berpasangan dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Hasil dan Pembahasan. Terdapat penurunan bermakna ukuran lingkar pinggang setelah senam aerobik (p=0,027) dengan nilai pretest 74,20 +/- 6,43 cm dan posttest 73,04 +/- 6,77 cm. Kesimpulan. Senam aerobik terprogram dapat menurunkan ukuran lingkar pinggang.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background. Central obesity is one of the risk factors for metabolic disorders in which the prevalence continues to increase worldwide. Waist circumference can detect central obesity with fairly high accuracy. Aerobic dance is one of the physical exercises which could decrease body fat, including abdominal fat. Purpose. Knowing the size of the reduction in waist circumference after aerobic dance. Research Methodology. This research is an experimental study with pre and post test design. It was conducted in the Laboratory of Physiology, School of Medicine, Jendral Soedirman University and “Sisca” gymnasium Purwokerto for twelve weeks on 24 female students of Jendral Soedirman University aged 15-25 years old. Bivariate data analysis was used to determine the differences in waist circumference before and after aerobic exercise using the paired T test with significance level p < 0,05. Results and Discussion. There is a significant reduction in waist size after aerobic dance (p=0,027) with the pretest score 74,20 +/- 6,43 cm and posttest score 73,04 +/- 6,77 cm. Conclusion. Programmed aerobic dance can reduce waist circumference.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save