Home
Login.
Artikelilmiahs
7818
Update
MESYA NURHANIFAH
NIM
Judul Artikel
KEANEKARAGAMAN DAN ETNOBOTANI TUMBUHAN BAMBU OLEH MASYARAKAT DI KEC. RAJAGALUH KAB. MAJALENGKA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Pengelolaan keanekaragaman hayati telah berkembang sehingga mendorong upaya pemanfaatan oleh masyarakat. Etnobotani dapat digunakan untuk mendokumentasikan pengetahuan masyarakat tradisional terhadap tumbuhan dan pemanfaatannya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui keanekaragaman dan etnobotani tumbuhan bambu di Kec. Rajagaluh Kab. Majalengka. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan pengambilan sampel secara acak terpilih. Data etnobotani tumbuhan bambu diperoleh dengan cara wawancara kepada pemilik tumbuhan bambu, pengrajin dan masyarakat yang dianggap mengetahui tentang etnobotani tumbuhan bambu. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat enam spesies dan satu varietas bambu di Rajagaluh yaitu, Bambusa vulgaris Schard (Lodd. ex Lindl) Gamble- bambu kuning, Bambusa vulgaris Schard ex. Wendl. var. vulgaris – bambu ampel, Dendrocalamus asper (Schult.) Backer –bambu betung, Gigantochloa apus (Schult.) Kurz. – bambu tali, Gigantochloa atroviolacea Widjaja – bambu hitam, Gigantochloa atter (Hassk.) – bambu ater, Gigantochloa pseudoarundinacea (Steud.) Widjaja – bambu gombong. Tumbuhan bambu dimanfaatkan oleh masyarakat untuk keperluan sehari – hari seperti untuk alat – alat rumah tangga, alat- alat kebersihan, serta barang kerajinan. Spesies yang paling banyak dimanfaatkan adalah spesies G. apus (Schult.) Kurz. – bambu tali, sedangkan yang paling sedikit adalah G. atroviolacea Widjaja – bambu hitam.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Management of bio diversity has greatly developed and forced people to utilize it by the community. Etnobotany could be used to documenting traditional knowledge as well as their wisdom on the plant itself and so its utilization. This study was aimed to know the genetic diversity and ethnobotany of bamboos in Rajagaluh area Majalengka regency. This research applied a survey to take the samples, in a selected random sampling. Data were taken from a survey to the bamboo’s owner, artists, and those people who know ethnobotany of bamboo. Data were then analyzed descriptively and showed that there are 6 and 1 varietas different species of bamboos, namely: Bambusa vulgaris Schard (Lodd. Ex Lindl) Gamble- yellow bamboo, Bambusa vulgaris Schard ex. Wendl. Var. vulgaris –ampel bamboo, Dendrocalamus asper (Schult.) Backer –betung bamboo, Gigantochloa apus (Schult.) Kurz. –tali bamboo, Gigantochloa atroviolacea Widjaja –black bamboo, Gigantochloa atter (Hassk.) –ater bamboo, Gigantochloa pseudoarundinacea (Steud.) Widjaja –gombong bamboo. Those plants found in this area are so far have been being used by the community for their daily need like house tools, cleaning tools, and crafts Among those 7 species the spesies of G. apus (Schult.) Kurz. –tali bamboowas the most abundant, in contrast was black bamboo (G. atroviolacea Widjaja) was the fewest species.– bambu hitam.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save