Home
Login.
Artikelilmiahs
7621
Update
TOFAN FAUZI SULISTIONO
NIM
Judul Artikel
GEOLOGI DAN STUDI GEOKIMIA TANAH BERKAITAN DENGAN ENDAPAN TIMAH PRIMER DAERAH PASIR PUTIH KECAMATAN TUKAK SADAI KABUPATEN BANGKA SELATAN PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Timah adalah satu unsur logam yang banyak digunakan dalam dunia industri. Endapan timah di dunia pada umumnya terdiri atas sekitar 20% endapan primer dan 80% endapan hasil pelapukan endapan primer. Banyaknya intrusi granit berumur jura di Kepulauan Bangka Belitung berpotensi untuk dilakukan penyelidikan endapan timah primer yang lebih intensif. Penyelidikan tersebut berada daerah Pasir Putih Kecamatan Tukak Sadai Kabupaten Bangka Selatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan metode geokimia tanah. Hasil dari penafsiran peta topografi dan kondisi lapangan, didapatkan satu satuan geomorfologi yaitu: Satuan Dataran Denudasional (D5) dan Satuan Dataran Fluvial (F5). Daerah penelitian terdiri dari formasi tanjung genting yang dipisahkan lagi berdasarkan kenampakan lapangan menjadi dua satuan, yaitu satuan batupasir batulempung dari formasi tanjung genting dan satuan endapan rawa. Dari 50 conto tanah dianalisis menggunakan XRF ( X-Ray Flourence) diperoleh 12 unsur dan hanya 5 unsur yang dilakukan pengolahan analisis. Kisaran kadar kelima unsur tersebut 0,177-2,244% Ti; 3,473-52,674% Fe; 0,004-0,125% Cu; 113,8-422,6ppm U dan 0-51,747% Sn. Terbentuk asosiasi unsur Sn, Cu, dan Fe dimana Sn yang berasosiasi dengan Cu mencirikan tipe endapan mineralisasi Sn-W greisen atau Sn sulfide vein. Pola sebaran unsur logam Fe, Cu, U dan Sn mengikuti pola urat besian dengan arah N330oE/78oNE sedangkan unsur Ti mengikuti pola pengendapan sedimen (aluvial). Secara keseluruhan nilai kadar Sn (Timah) dilokasi penyelidikan semakin meningkat kearah dalam (bawah permukaan) dan mendekati urat besian.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Tin is a metallic element that is widely used in the industrial world . Deposition of tin in the world is generally made up approximately 20 % of primary and 80 % sediment deposition result of weathering. A large granite intrusion was Jura in Bangka Belitung potential for investigation of primary tin precipitate more intensive. Research is located in the Pasir Putih, Tukak Sadai district South Bangka Regency Bangka Belitung Island Province with soil geochemical methods. The results of the interpretation of topographic maps and field conditions, obtained a geomorphological units namely : Plain Denudasional (D5) and Fluvial Plain (F5). Study area consists of Tanjung Genting Formations separated more based on the appearance of the field into two units, namely: sandstone mudstone unit from Tanjung Genting Formations and marsh deposit. Of the 50 soil samples analyzed using XRF ( X - Ray Flourence ) obtained 12 and only 5 unsure that do the processing unsure analysis. The levels range five elements 0.177 -2.244% Ti; 3.473 - 52.674% Fe; 0.004 - 0.125% Cu; 113.8 - 422.6 ppm U and 0 - 51.747% Sn. Associations formed elements of Sn , Cu, Sn and Fe which are associated with Cu mineralization characterize the sediment type Sn - W greisen or Sn sulfide vein. The pattern of distribution of metallic unsure Fe, Cu, U and Sn follow the pattern of iron veins in the direction N330oE/78oNE while Ti unsure follows the pattern of sediment deposition (alluvial). Overall value of Sn ( Tin ) in the location inquiry increasing inward (subsurface) and iron vein approaching.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save