Home
Login.
Artikelilmiahs
7590
Update
NOVIA ANGGARINA HAPSARI
NIM
Judul Artikel
GERAKAN SUKU BADUY LUAR DALAM MEMPERJUANGKAN SUNDA WIWITAN SEBAGAI AGAMA YANG DIAKUI DI INDONESIA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini membahas tentang perjuangan komunitas Suku Baduy Luar dalam memperjuangkan Sunda Wiwitan sebagai agama yang diakui di Indonesia. Pembatasan masalah dalam penelitian ini adalah melihat bagaimana strategi dan proses perjuangan komunitas suku Baduy Luar, serta menjelaskan faktor kontekstual pendorong dan penghambat gerakan komunitas Suku Baduy Luar dalam memperjuangkan Sunda Wiwitan sebagai agama yang diakui di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan pemahaman mengenai gerakan sosial politik komunitas suku Baduy Luar dalam memperjuangkan Sunda Wiwitan sebagai agama yang diakui di Indonesia. Hasil dari penelitian ini Gerakan ini muncul setelah pemerintah mengeluarkan kebijakan baru, yaitu kebijakan E-KTP. Dengan di terapkannya kebijakan E-KTP tersebut, mengakibatkan Sunda Wiwitan tidak dapat lagi di cantumkan dalam E-KTP suku Baduy Luar. Hal ini kemudian mengundang kekecewaan sehingga mendorong untuk melakukan sebuah gerakan. Dalam proses gerakannya itu sendiri, komunitas suku Baduy Luar menggunakan beberapa strategi diantaranya adalah strategi advokasi dalam strategi ini komunitas suku Baduy di bantu oleh Kasmin selaku anggota DPRD Propinsi Banten dan Imam Prasojo selaku sosiolog UI. Untuk bentuk nyata dari strategi advokasi yang dilakukan komunitas suku Baduy Luar dengan cara menyurati instansi pemerintah daerah hingga Kementerian Dalam Negeri. Selain menggunakan strategi advokasi komunitas suku Baduy Luar juga menggunakan strategi lobbiying, dengan cara medekati para aktor lokal baik itu Kepala Daerah Kabupaten Lebak , anggota DPRD Kabupaten Lebak, hingga Gubernur Banten untuk di buatkan PERDA khusus agar Sunda Wiwitan dapat kembali di cantumkan dalam KTP. Namun, meskipun telah berjalan 3 tahun dari tahun 2010 akhir hingga penelitian ini berlangsung di tahun 2013 gerakan ini belum mendapatkan hasil yang di inginkan. Kesimpulan yang didapat dalam penelitian ini adalah kepatuhan komunitas suku Baduy Luar terhadap Sunda Wiwitan yang sangat kuat, membuat komunitas suku Baduy Luar menuntut Sunda Wiwitan diakui sebagai agama dan dapat di cantumkan dalam kolam agama di KTP. Tujuannya agar mereka mempunyai suatu pengaman yang melindungi mereka saat menjalankan ajaran Sunda Wiwitan, karena dengan tidak memiliki identitas agama dalam KTP membuat komunitas suku Baduy Luar khawatir tidak dapat menjalankan ajaran Sunda Wiwitan ketika berada di luar kawasan tanah ulayat. Oleh karena itu, perjuangan ini dilakukan untuk mendapatkan perlidungan dalam menjalankan ajaran Sunda Wiwitan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The tittle of this research is “The Movement of Suku Baduy Luar in Struggling Sunda Wiwitan to be recognized as a religion in Indonesia”. The objectives of this research is to know the strategy and the process of Baduy Luar movement and to know some supporting factors also the obstacle of Baduy Luar movement. To analyze this problem in the research, the writer using kualitatif research method with approximation of phenomenology. The result of this research show that the methods used by Baduy Luar tribe are advocation is done by cooperating with assembly at Banten Province. They are Kasmin and Imam Prasojo, a sociologist UI. Concrete form the advocacy strategy Baduy Luar tribe is sending a letter to the government , conduct hearings and visited government institute. While lobbying was done by Kasmin to influence the governor, assembly at regional Banten Propvice, and assembly at regecy Lebak to create regency rule. The process in this movement has been through two stages, namely unpeaceful and stimulation. Now the movement is heading stage of formulation, but until now the movement of Baduy Luar hadn’t get result. Supporting factors in this movement were awareness from Baduy Luar and support from external entity. While restricting factor in this movement is the first, the Baduy Luar edocation level is low. Second, the customs which prohibit doing great action. Third, the movement is only an internal mobilization. Fourth, there is a discretion which is done by bureaucrats causing this movement does not have the political opportunity.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save