Home
Login.
Artikelilmiahs
7556
Update
IAN KURNIAWAN
NIM
Judul Artikel
Efektivitas Pembinaan Narapidana Anak di Lembaga Pemasyarakatan Anak Kelas II A Kutoarjo Kabupaten Purworejo
Abstrak (Bhs. Indonesia)
ABSTRAK Anak adalah putra kehidupan, masa depan bangsa dan negara. Oleh karena itu anak memerlukan pembinaan dan bimbingan khusus agar dapat berkembang fisik, mental dan spiritualnya secara maksimal. Dalam menjalani proses kehidupannya bukan tidak mungkin seorang anak terlibat dalam konflik hukum yang menyebabkan dirinya harus menjalani pidana. Sungguh merupakan suatu hal yang sangat berat jika melihat anak yang seharusnya dapat bermain secara bebas harus dirampas kemerdekaannya untuk menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan. Pemasyarakatan dianggap dapat memberikan pembinaan karena tujuan utama dari pemasyarakatan adalah untuk menjadikan pelaku tidak mengulangi perbuatan jahatnya, dengan demikian harus diciptakan pembinaan yang tepat sesuai bagi narapidana itu. Skripsi ini bertujuan untuk dapat mengetahui efektivitas pembinaan yang dilakukan oleh Lembaga Pemasyarakatan Anak Kelas II A Kutoarjo kabupaten Purworejo. Penelitian ini berbentuk deskriptif yaitu penelitian yang bertujuan mendeskripsikan (menggambarkan) tentang fakta dan kondisi atau gejala yang menjadi objek penelitian. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 5 orang yaitu Kepala Lapas yang bertanggung jawab atas semua pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan Anak kelas II A Kutoarjo kabupaten Purworejo, petugas yang melakukan pembinaan terhadap narapidana anak dan narapidana anak yang telah menjadi narapidana di LAPAS, dimana narapidana anak tersebut yang dianggap peneliti dapat mengerti dan memahami manfaat dari pembinaan yang diberikan adalah narapidana kategori usia remaja yaitu 12 - 18 tahun. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Metode pengumpulan data dengan kuesioner, wawancara dan observasi. Teknik analisa data yang dilakukan adalah dengan mentabulasi data-data yang diperoleh dan disusun dalam bentuk matriks.Sasaran Pembinaan meliputi 5 bidang yaitu Pendidikan Umum, Pembinaan Mental Spiritual, Pembinaan Sosial Budaya, Pembinaan Ketrampilan dan Kegiatan Rekreasi. Kesimpulan dari penelitian menunjukkan bahwa efektivitas pembinaan narapidana anak oleh Lembaga Pemasyarakatan anak Kelas II A Kutoarjo Kabupaten Purworejo sudah dapat dikatakan efektif, dilihat dari pemahaman narapidana terhadap pembinaan yang ada di Lapas yaitu sebagian besar narapidana memahami tentang jenis-jenis pembinaan di Lapas, sikap narapidana yang sebagian besar merasa tertarik dan sungguh-sungguh mengikuti kegiatan pembinaan, dan reaksi narapidana yang diwujudkan melalui partisipasi serta keterlibatan narapidana terhadap pembinaan yang diberikan. Faktor penunjang lainnya antara lain Kondisi Fisik Tempat Kerja yang Baik, Dedikasi yang tinggi dari para pembina, Komunikasi yang Baik, Pemberian Penghargaan kepada Anak Didik Berprestasi dan Pengurangan Hukuman. Selain itu sebagian besar narapidana merasakan manfaat yang nyata terhadap pengetahuan, keterampilan dan keimanan narapidana setelah mengikuti pembinaan di Lapas Anak. Namun masih ada hambatan dalam pelaksanaannya yaitu kurangnya tenaga ahli seperti psikolog, kurangnya sarana dan prasarana serta minimnya anggaran. Bagi pihak Lapas untuk lebih meningkatkan mutu pembinaan, maka pembinaan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi di luar lembaga, perlunya ditambah personil di Lapas dan perlunya peran aktif Pemerintah khususnya Departemen Hukum dan HAM agar mengatasi masalah kekurangan dana anggaran dan peningkatan fasilitas. Kata Kunci : Pembinaan,Lembaga Pemasyarakatan Anak, Efektif
Abtrak (Bhs. Inggris)
ABSTRACT Child is a young generation of life for a nation and a state in the future, therefore child needs good treatment and special guidance, in order to be able to grow and develop maximally in physic, mentality and spirit / mind. Along the process of life it is possible for a child to be involved in conflict against the law that cause a child to be criminal. It is really a tragic case, because their congeniality of playing freely is seized and to be punished in a Lapas (correctional institution). Socialization is considered to be able to carry out guidance as the aim of making the does not to repeat a criminal action, so it should be established an exact treatment which is correct for the in mates. This mini thesis is to know about the activities of guidance in Lapas (correctional institution) class II A Kutoarjo Sub.district, Purworejo regency. This research is in the form of description, to dscribe about the facts and condition or symptom as an object of the research. The sample of the research, consists of five persons : Firstly the head of the Lapas who has responsibility for all treatments and guidances in the Lapas Class II A Kutoarjo Sub.district, Purworejo regency. Secondly is an official who guides directly the child inmate and child inmate who has become a prisoner in the Lapas, from whom the researrher can consider if they can understand and aware to the guidance given to them, those for the age of adolescent for 12 to 18 years old. The way of taking sample use purposive sampling. The method of gathering data use questionnaire, dialogue and observation. The Data anaylitic technique which is done, using mentabulating data which is obtained and arranged in the matrix form. The purpose of guidance covered five items those are public education, the guidance of mentality and morality, the gudance of social culture, the guidance of skill and recreational activity. The Conclusion of the researcher shows the effectivities of the treatment for the child inmates by the Lapas, included the awareness of the inmates, the attitude of the most inmates are interested in following some activities of the guidance and reaction of the inmates is performed in the participation and joining the treatment given to them.Other sustainable factor among others physical condition good place where the work is carried out, the good dedication of the guiders, good comication, apprication to the prestige child inmates and less punishment. Besides, most of them feel the advantages of knowledge, skill and faith after following the guidance in the Lapas. However, there is an obstacle in realization, such as less of officials, less of psychologist, less of equipment, less of infrastructure and limited budget. Because of that problem, to raise the quality of the treatment, the Lapas acts as what is available and acts which is suitable with the condition. The Lapas actually needs more officials and hoping that the goverment. The ministry of Law and Human right takes a role actively to solve the problem included budgeting and good facilities. Keywords: Good Treatment, Correctional Institution, Effective
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save