Home
Login.
Artikelilmiahs
7461
Update
IRHAS NURFAUZI
NIM
Judul Artikel
DAMPAK ANTROPOGENIK TERHADAP STRUKTUR KOMUNITAS ALGA EPIFIT PADA DAUN LAMUN (Enhalus acoroides dan Thalassia hemprichii) DI PULAU PRAMUKA, KEPULAUAN SERIBU
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini berjudul “Dampak Antropogenik terhadap Struktur Komunitas Alga Epifit pada Daun Lamun (Enhalus acoroides dan Thalassia hemprichii) di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu”. Kegiatan manusia (Antropogenik) di Pulau Pramuka dapat mempengaruhi ekosistem pantai yang ada di pulau tersebut, antara lain ekosistem padang lamun. Tumbuhan lamun merupakan salah satu habitat bagi alga epifit. Keberadaan tumbuhan lamun maupun alga epifit sangat dipengaruhi kondisi perairan dimana mereka hidup. Apabila kualitas perairan ini terganggu maka struktur komunitas alga epifit juga dapat terganggu. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui struktur komunitas alga epifit, kualitas perairan Pulau Pramuka, dan hubungan keduanya akibat kegiatan antropogenik. Penelitian ini dilakukan dengan cara pengambilan sampel alga epifit yang menempel pada daun lamun Enhalus acoroides dan Thalassia hemprichii kemudian dilakukan identifikasi dan penghitungan. Parameter perairan yang diamati meliputi parameter kandungan Nitrat, Phosphat, Kekeruhan, Salinitas dan pH untuk melihat pengaruh Antropogenik dan beberapa parameter yang mempengaruhi keberadaan alga epifit dan tumbuhan lamun yaitu Suhu, Kecepatan Arus, Kedalaman, Kecerahan dan Substrat. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan Grafik dan analisis multivariat dengan Principal Komponen Analysis (PCA) dan Cluster Analysis (CA). Hasil penelitian memperlihatkan bahwa struktur komunitas alga epifit yang meliputi jumlah spesies, kepadatan, keanekaragaman, keseragaman dan dominansi dipengaruhi oleh Antropogenik yaitu Nitrat dan Phosphat. Struktur komunitas yang meliputi jumlah spesies, kepadatan, keanekaragaman, dan keseragaman tertinggi terdapat pada daun E. acoroides, sedangkan dominansi alga epifit tertinggi pada daun T. hemprichii. Berdasarkan baku mutu yang ditetapkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup (2004), hasil pengamatan parameter kualitas perairan di Pulau Pramuka yang meliputi suhu, kecepatan arus, kedalaman, kecerahan, substrat, pH, dan salinitas berada pada kisaran yang masih memenuhi untuk kehidupan alga epifit dan tumbuhan lamun. Stasiun 1 dan Stasiun 4 yang merupakan wilayah pembuangan sampah memiliki kemiripan yang tinggi baik dari kualitas perairan maupun dari struktur komunitas alga epifit, namun tidak dengan dengan Stasiun 2 dan 3 yang merupakan wilayah alami dan pariwisata.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study is entitled “Anthropogenic Impact of the Community Structure Epiphytic Algal on Seagrass Leaves (Enhalus acoroides and Thalassia hemprichii) at Pramuka Island, Seribu Islands”. Human activities (Anthropogenic) in Pramuka Island can increase domestic pollutant for coastal ecosystems in this island, especially seagrass ecosystem. Seagrass ecosystem is habitat for epiphytic algae. If the ecosystem is disturbed then the epiphytic algal community structure might change. The purpose of this study was to determine epiphytic algal community structure, the water quality Pramuka Island, and their relationship due to antropogenic activities. The results showed that the number of species, density, diversity, and similarity of epiphytic algae was highest in the leaves of E. acoroides, while the highest dominance of epiphytic algae on the leaves of T. hemprichii. Based on the quality standards by Keputusan Menteri Lingkungan Hidup (2004), water quality parameters at Pramuka Island which includes temperature, flow velocity, depth, brightness, substrate, pH, and salinity were below the range, while nitrate and phosphate exceeds the quality standards. Stations 1 and 4 which is the area of waste disposal have the same kind of quality of aquatic and epiphytic algal community structure, but differ with Station 2 and 3 which natural areas and tourism.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save