Home
Login.
Artikelilmiahs
7419
Update
KSATRIA WIDYA HUTAMA
NIM
Judul Artikel
ANALISIS PENGARUH VARIASI KEDALAMAN PEMANCANGAN TURAP TERHADAP STABILITAS TURAP BETON KANTILEVER MENGGUNAKAN PLAXIS 2D (Studi Kasus Ballroom Extension Royal Ambarrukmo Yogyakarta)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Basement adalah ruangan di dalam bangunan gedung yang terletak di bawah permukaan tanah. Konstruksi basement biasanya menggunakan dinding penahan tanah yang terbuat dari beton bertulang. Pembuatan dinding basement yang tidak terencana dengan baik akan menimbulkan ketidakstabilan tanah berupa longsor, terutama saat musim hujan. Oleh karena itu, peneliti mencoba menggunakan turap sebagai alternatif solusi penahan gerakan tanah. Dalam penelitian ini, peneliti berusaha untuk mengetahui kedalaman pemancangan turap yang efektif berdasarkan perubahan angka keamanan dan perpindahan horizontal pada lokasi penelitian. Analisis perhitungan menggunakan software Plaxis 8.2 dengan variasi pada kedalaman pemancangan turap. Model tanah menggunakan model material Mohr-Coloumb dan model turap menggunakan tipe material elastis. Perpindahan horizontal yang terjadi cenderung berkurang seiring dengan penambahan kedalaman pemancangan. Perpindahan horizontal maksimum untuk kedalam pemancangan 7,5 meter sebesar 0,11692 meter dan saat kedalaman pemancangan 12 meter perpindahan horizontal maksimum sebesar 0,02838 meter. Sedangkan nilai angka keamanan semakin besar apabila kedalaman pemancangan turap ditambah. Angka keamanan pada kedalaman pemancangan 7,5 meter sebesar 1,305 dan saat kedalaman pemancangan 12 meter angka keamanan sebesar 1,79. Bedasarkan angka keamanan yang diizinkan, yaitu sebesar 1,5 sampai dengan 2 maka, kedalaman pemancangan turap yang aman untuk lokasi penelitian adalah lebih besar atau sama dengan 9,5 meter.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Basement is floor of the building that are below ground level. In general, basement construction used reinforced concrete retaining wall. The unplanned construction of basement retaining wall will cause instability in the form of landslide, especially during the rainy season. Therefore, researcher tries to use sheet pile as an alternative solution for retaining soil movement. This research aims to determine the effective depth of sheet pile penetration based on safety factor changes and horizontal displacement in the study site. Analysis calculation is used software PLAXIS 8.2 with Mohr – Coloumb soil material model and elastic sheet pile material type. Result of the research shows that horizontal displacement that occurs tends to decrease with the addition of depth penetration. The maximum horizontal displacement for 7.5-m-depth penetration is 0.11692 m and for 12-m-depth penetration is 0.02838 m. Safety factor will increase with the addition of sheet pile penetration. Safety factor for 7.5-m-depth is 1,305 m and for 12-m-depth is 1.79 meter. Based on safety factor requirement, ie. by 1.5 to 2, then the depth of sheet pile penetration for research site is greater than or equal to 9.5 meter.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save