Home
Login.
Artikelilmiahs
7249
Update
IFANY PRIMANDA PUTRI
NIM
Judul Artikel
PEMETAAN FAKTOR-FAKTOR OSEANOGRAFI DAN PADANG LAMUN DI PULAU PRAMUKA BAGIAN UTARA, KEPULAUAN SERIBU
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kondisi oseanografi suatu perairan mempengaruhi kondisi biota laut di perairan tersebut. Salah satunya adalah kondisi padang lamun. Padang lamun adalah ekosistem khas perairan laut tropis yang berada pada perairan dangkal dengan substrat dasar pasir dan didominasi oleh tumbuhan lamun. Tumbuhan lamun adalah tumbuhan berbunga yang terdapat di ekosistem laut. Salah satu wilayah perairan laut yang memiliki potensi sumber daya alam khas tersebut adalah perairan Pulau Pramuka. Informasi mengenai kondisi oseanografi dan hubungannya dengan sebaran lamun di suatu perairan dapat diketahui dari peta. Penelitian yang dilakukan pada bulan Juli 2013 di Perairan Pulau Pramuka bagian utara ini bertujuan untuk memetakan dan mengetahui hubungan kondisi oseanografi dengan sebaran lamun di Pulau Pramuka bagian utara. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan membagi beberapa stasiun dan substasiun penelitian. Hasil peta yang diperoleh memperlihatkan bahwa kondisi oseanografi di Pulau Pramuka bagian utara menentukan kebedaraan jenis-jenis lamun. Faktor oseanografi kedalaman, karakteristik substrat dan kecepatan arus merupakan faktor dominan yang berpengaruh terhadap keberadaan lamun. Di perairan Pulau Pramuka bagian utara ditemukan 7 jenis lamun yaitu Thalassia hemprichii, Enhalus acoroides, Halophila ovalis, Halodule uninervis, Syringodium isoetifolium, Cymodocea rotundata dan Cymodocea serrulata. Jenis Thalassia hemprichii merupakan jenis yang paling dominan ditemukan dan jenis Cymodocea serrulata merupakan jenis yang paling sedikit ditemukan di lokasi.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Oceanographic conditions of the waters affect the marine life in the waters. One of those is condition of seagrass. Seagrass beds are tropical shallow seawater typical ecosystems with sand base subtrate and dominated with seagrass plants. Seagrass plants are flowering plants found in the marine ecosystem. One of the marine waters that have typical potential natural resources is Pramuka Island waters. Information on oceanographic conditions and their relation to seagrass distribution in water body could be seen from the map. This research, conducted in July 2013 in the northern part of Pramuka Island, aimed to map and determine the relationship between oceanographic conditions with the distribution of seagrass in northern Pramuka Island. Survey methods involved observation by sampling and literature. The results showed that oceanographic conditions the northern part of Pramuka Island were good for seagrass growth. Depth, substrate characteristics and flow speed were dominant factors influencing the presence of seagrass. There were 7 species of seagrass found in the northern part of the Pramuka Island, i.e. Thalassia hemprichii, Enhalus acoroides, Halophila ovalis, Halodule uninervis, Syringodium isoetifolium, Cymodocea serrulata and Cymodocea rotundata. Thalassia hemprichii was the most dominant species was found and Cymodocea serrulata was the least found in the research area.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save