Home
Login.
Artikelilmiahs
7184
Update
ISYA SAPTIANI
NIM
Judul Artikel
PENGARUH CAIRAN PRODUK FERMENTASI LIMBAH UDANG TERHADAP PENEKANAN PENYAKIT REBAH SEMAI DAN PERTUMBUHAN BIBIT CABAI RAWIT
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penyakit rebah semai yang disebabkan oleh jamur patogen Rhizoctonia solani Kuhn merupakan salah satu faktor yang berkontribusi terhadap rendahnya produktivitas cabai di Indonesia. Kitosan, produk ramah lingkungan dari limbah udang telah digunakan untuk mengendalikan beberapa penyakit pasca panen. Kitosan mungkin juga dapat digunakan untuk mengendalikan penyakit rebah semai pada cabai. Kitosan dapat diproduksi dari fermentasi limbah udang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh cairan produk fermentasi limbah udang terhadap penekanan penyakit rebah semai dan pertumbuhan bibit cabai rawit. Penelitian dilaksanakan di Perumahan Griya Limas Permai, Karangwangkal, Purwokerto Utara, serta di Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian, dan Laboratorium Riset Terpadu, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Mulai Juni sampai Desember 2012. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi yang terdiri atas 22 perlakuan dan 3 kali ulangan. Petak utama terdiri atas media persemaian tanpa inokulasi dan media persemaian yang diinokulasi Rhizoctonia solani. Anak petak terdiri atas perlakuan perendaman benih dan penyiraman bibit dengan air, cairan produk fermentasi alami limbah udang (lama fermentasi 0, 7, 30, 60, 90 hari), cairan produk fermentasi limbah udang dengan penambahan Bacillus sp. B298 (lama fermentasi 0, 7, 30, 60, 90 hari). Variabel yang diamati adalah kejadian penyakit, jumlah daun, tinggi, panjang akar, bobot kering bibit, bobot kering tajuk, dan bobot kering akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian R. solani dan cairan produk fermentasi limbah udang secara terpisah tidak berpengaruh terhadap kejadian penyakit dan terhadap variabel pertumbuhan. Cairan produk fermentasi alami limbah udang selama 0, 30, 90 hari, dan fermentasi limbah udang dengan penambahan Bacillus sp. B298 selama 0, 30, dan 60 hari meningkatkan tinggi 4,98 - 11,98 % dari tinggi bibit yang diberi perlakuan air. Aplikasi cairan produk fermentasi alami limbah udang selama 0, 7, dan 30 hari dan fermentasi limbah udang dengan penambahan Bacillus sp. B298 selama 7 dan 60 hari meningkatkan tinggi pada bibit cabai rawit di media yang tidak diinokulasi R. solani. Aplikasi cairan produk fermentasi alami limbah udang selama 0, 30, 60, 90 hari dan fermentasi limbah udang dengan penambahan Bacillus sp. B298 selama 7 dan 30 hari meningkatkan tinggi pada bibit cabai rawit di media yang diinokulasi R. solani. Bibit yang diberi cairan produk fermentasi alami limbah udang selama 0 hari dan fermentasi limbah udang dengan penambahan Bacillus sp. B298 selama 7 hari dan ditanam di media tanpa inokulasi R. solani memiliki bobot kering bibit yang terbaik.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Damping off disease caused by pathogenic fungi Rhizoctonia solani Kuhn is one of factors contributing to the low productivity of chilli in Indonesia. The environmentally friendly chitosan, product of shrimp waste, has been used for controlling post harvest disease. It may also be used for controlling damping off disease on chilli. Chitosan can be produced by fermenting shrimp waste. The research was aimed to determine the effect of liquid products of fermented shrimp waste on damping off disease suppression and the growth of cayenne pepper seedlings. The research was carried out at Griya Limas Permai, Karangwangkal Village, in Plant Protection Laboratory, Faculty of Agriculture, and Integrated Research Laboratory, the University of Jenderal Soedirman, Purwokerto. The research was conducted start from Juny to December 2012. Split Plot Design consisted of 22 treatments and 3 replications was used. The main plots consisted of media without inoculation and media with inoculated of Rhizoctonia solani. The subplots consisted of soaking seeds and watering the seeds with water, liquid waste products naturally fermented shrimp (fermentation time 0, 7, 30, 60, 90 day), liquid fermentation product of Bacillus sp. B298 shrimp waste (fermentation time 0, 7, 30, 60, 90 day). The measured variables were disease incidence, number of leaves per seedling, seedling height, root length, dry mass of seedling, dry mass on crown canopy, dry mass of root. Results showed that application of R. solani and liquid fermented shrimp waste product separately gave no effect on the disease incidence and the growth of variables. The liquid products of natural fermented of shrimp waste for 0, 30, 90 days, and liquid fermentation product of Bacillus sp. B298 shrimp waste 0, 30, and 60 days increased the height by 4.98 to 11.98% compared to the height of seedlings treated with water. Application of liquid products of natural fermented shrimp waste for 0, 7, and 30 days and liquid fermentation product of Bacillus sp. B298 shrimp waste for 7 and 60 days increased high of cayenne pepper seedlings grown on R. solani non inoculated media. Application of liquid products of natural fermented shrimp waste for 0, 30, 60, 90 days and liquid fermentation product of Bacillus sp. B298 shrimp waste for 7 and 30 days increased high of cayenne pepper seedlings grown on R. solani inoculated media. Seedlings sprayed with liquid products of 0 day natural fermented shrimp waste and liquid fermentation product of Bacillus sp. B298 shrimp waste for 7 day and grown in media without R. solani had seedling dry weight better.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save