Home
Login.
Artikelilmiahs
7139
Update
DWI NURCAHYO APRIYANTO
NIM
Judul Artikel
PERSEBARAN DAN PREFERENSI RAYAP TANAH TERHADAP JENIS KAYU YANG BERBEDA DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK PENGUMPANAN DI WILAYAH PURWOKERTO
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Purwokerto merupakan kota yang berkembang dalam segi pembangunan perumahan, terlihat dari jumlah permintaan kayu bangunan yang semakin meningkat, tetapi kualitas dari kayu bangunan yang digunakan masih relatif rendah sehingga masih terjadi kerusakan-kerusakan pada kayu yang digunakan dalam konstruksinya. Salah satu organisme perusak kayu yang paling banyak merugikan masyarakat adalah rayap. Rayap hidup di tempat yang lembab dan memakan kayu dan bahan yang mengandung selulosa lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk 1) mengetahui jenis rayap tanah yang menyerang kayu umpan dan persebarannya di empat kompleks perumahan 2) mengetahui preferensi serangan rayap tanah pada jenis kayu umpan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan teknik pengumpanan (biting method) dengan pola tersarang yaitu mengambil 4 lokasi penelitian yaitu di kompleks Perumahan Langen estate di wilayah Baturaden, perumahan Spahire Village di Purwokerto timur, Perumahan Purwosari di Baturaden, dan kompleks Perumahan Ketapang di wilayah Sokaraja yang digunakan sebagai main plot dengan menggunakan tiga jenis kayu yaitu batang kayu albasia (Albizia falcata), kayu jati (Tectona grandis), dan kayu Bengkirai (Shorea laevifolia) yang digunakan sebagai sub plot. Dengan empat kali ulangan atau pengamatan dalam satu bulan. Pengamatan dan pengambilan sampel kayu dilakukan satu minggu sekali dalam satu bulan. Sampel penelitian berupa rayap tanah yang mengerumuni patok umpan dan berada disekitarnya. Variabel yang akan diamati adalah jenis rayap dan preferensi rayap tanah terhadap kayu umpan sedangkan parameternya adalah jenis dan jumlah rayap tanah yang mengerumuni patok umpan dan berada disekitarnya (radius 1m) dan selisih antara bobot awal patok umpan setelah dioven dengan bobot akhir setelah di serang rayap. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji F dengan tingkat ketelitian 5% dan 10% dan bila hasil yang diperoleh berpengaruh nyata atau sangat nyata dilanjutkan uji Duncan. Untuk mengidentifikasi rayap tanah menggunakan buku Ahmad (1959). Hasil penelitian menunjukan persebaran rayap tanah di setiap lokasi perumahan di wilayah Purwokerto yaitu dari jenis Macrotermes gilvus (Hagen), Microtermes insperatus Kemner, dan Odontotermes javanicus Kemner yang tersebar di perumahan Langen Estate di Baturaden, Perumahan Saphire Village di Purwokerto Timur, Perumahan Purwosari di Baturaden, dan Kompleks Perumahan Ketapang Indah di wilayah Sokaraja. Kompleks Perumahan Ketapang Indah yang terbanyak ditemukan rayap daripada yang lain. Tidak ada perbedaan preferensi rayap tanah terhadap jenis kayu dilihat dari uji anova Fhitung < Ftabel (0,801 < 3,1504) dan selisih bobot kayu rata-rata 0,08 – 0,09 kg. Hal ini karenakan kandungan zat ektraktif dari masing-masing jenis kayu masih rendah.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Purwokerto is a developing city in terms of housing development, seen from the amount of timber demand is increasing, but the quality of the timber used is still relatively low so it still happens defects in the wood used in its construction. One of the wood organisms most harmful to society is termites. Termites live in damp and timber consuming and other cellulose - containing materials. The purpose of this study were 1) to know species of grown termites attacking on the biting wood and their distribution in 4 seatlement, 2) to know the preference of grown termites on the biting wood. The method used in this study is a survey method with techniques of feeding ( biting method) with a nested pattern that took 4 locations namely in the housing complex of Langen estate in Baturaden sub District, housing complex of Spahire Village in eastern Purwokerto, Housing complex of Purwosari in Baturaden, and housing complex of Ketapang in Sokaraja used as the main plot, weather the three types of wood consit of albasia wood ( Albizia falcata ), Jati wood ( Tectona grandis ), and Bengkirai wood ( Shorea laevifolia ) then used as a sub- plot with four replications in a month. Observations and sampling of ground termites and wood preference conducted weekly in a month. The research sample of ground termites are swarming and nearby of bite wood. Variables to be observed is the preference of termites and ground termites feed on wood, while the parameter is the type and amount of ground termites are swarming of bite wood and poles are around ( 1 m radius ) and the rest of wood weight before and after oven constanly. Data were analyzed using the F test with confident level of 95% and 90%.and then continued of Duncant test if significanly or very significanly different. To identify subterranean termites using books Ahmad ( 1959). The results showed the distribution of ground termites namely Macrotermes gilvus ( Hagen ), Microtermes insperatus Kemner, and Odontotermes javanicus Kemner spread normally in housing complex of Langen Estate in Baturaden, housing complex of Saphire Village in Eastern Purwokerto, Housing complex of Purwosari in Baturaden, and housing complex of Ketapang in Sokaraja. But house complex of Ketapang in Sokaraja was larger than others. There is no difference in preference of subterranean termites on wood species seen from ANOVA test Fvalue < Ftable (0,801 < 3,1504) and the difference in average timber weight from 0,08 to 0,09 kg. It is because of ekstraktif substances of each kind of wood is low.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save