Home
Login.
Artikelilmiahs
6727
Update
HENDRA OKTAMAR
NIM
Judul Artikel
PENGARUH SALINITAS BERBEDA TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH DAN SINTASAN BENIH IKAN NILA (Oreochromis sp.)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
ABSTRAK Ikan Nila merupakan komoditas penting pada budidaya ikan air tawar. Nila termasuk jenis ikan eurihalin sehingga potensial untuk dikembangkan di perairan payau. Perkembangan budidaya ikan Nila di air payau memerlukan informasi tentang proses adaptasi ikan tersebut ketika dipindahkan dari air tawar ke air payau. Oleh karena itu dalam penelitian ini ikan Nila dipelihara dalam air dengan salinitas berbeda untuk kemudian diamati kadar glukosa darah dan sintasan sebagai indikator stres. Metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) diterapkan pada empat perlakuan dan lima ulangan. Dalam menentukan komposisi salinitas yang diinginkan dilakukan dengan percampuran air laut dan air tawar sehingga menghasilkan air dengan salinitas P1 (kontrol/airtawar), P2 (salinitas 6 ppt), P3 (salinitas 12 ppt) dan P4 (salinitas 18 ppt). Pengukuran kadar glukosa darah dengan mengambil darah ikan yang selanjutnya diteteskan pada Easy Touch GCHb. Benih ikan Nila yang dipelihara pada salinitas yang lebih tinggi dibandingkan air tawar (kontrol) menunjukan gejala stres. Hal ini ditunjukan dengan peningkatan kadar glukosa darah yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kontrol. Kadar glukosa darah tersebut cenderung stabil setelah hari kelima. Hasil ini mengindikasikan bahwa proses adaptasi terjadi sampai hari kelima. Kematian ikan terjadi pada perlakuan P3 dan P4 pada hari pertama sampai hari kelima.
Abtrak (Bhs. Inggris)
ABSTRACT Nile tilapia is an important commodity of freshwater fish farming. This fish is eurihaline, meaning potentially cultured in brackishwaters. Nile tilapia farming development in brackishwater requires information about stress when adopted from freshwater to brackishwater. Therefore, this study dealt with Tilapia reared in different salinities, and with blood glucose levels. Survival rates were observed as stress indicator. An experimental method applied completely randomized design to examine four treatments in quintuplicates. Fresh and seawaters were mixed to make salinity P1 (control: freshwater), P2 (6 ppt), P3 (12 ppt), and P4 (18 ppt). Blood glucose levels were measured using Easy Touch GCHb at day 1, 3, 5, and 7; and mortality was observed daily. The results showed that fries maintained at a higher salinity then freshwater (control) showed stress symptoms. These groups showed an increase of blood glucose levels in comparison with the control group. Then, blood glucose level decreased and was stable after day five. Fish mortality occurred in P3 and P4 treatments at the first to the fifth days. These results indicated that the adaptation process in higher salinities probably occured until fifth day.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save