Home
Login.
Artikelilmiahs
6696
Update
RIRI KUMALA SARI
NIM
Judul Artikel
EFEKTIVITAS JENIS FILTER ARANG TEMPURUNG KELAPA DAN ZEOLIT TERHADAP PENURUNAN KESADAHAN AIR
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penyusun utama dari kesadahan adalah kalsium dan magnesium. Kesadahan air yang tinggi menimbulkan dampak yang tidak baik terhadap biota air, sehingga perlu dilakukan upaya penurunan kesadahan. Penelitian ini mengkaji arang tempurung kelapa, zeolit, dan kombinasi antara kedunya dalam menurunkan kesadahan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan dasar RAL, dengan 4 perlakuan: kontrol (P0), arang tempurung kelapa (P1), zeolit alam (P2) dan kombinasi keduanya (1:1) (P3). Masing-masing perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 5 kali. Arang tempurung kelapa dan zeolit sebelum digunakan dalam penelitian ini diaktivasi dahulu menggunakan metode pemanasan. Air sampel dari Darmakradenan, Banyumas, dianalisis kesadahannya sebelum diberi perlakuan dan menunjukan hasil 264mg/l, lalu diperlakukan selama 2 jam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesadahan awal sampel yaitu 264 mg/L, penurunan kesadahan terbaik terdapat pada perlakuan P1 yaitu 80,3±7,0%, diikuti P2 (63,6±6,2%), P3 (62,0±7,6%), lalu P0 (55±11,67%) . Hasil penelitian dianalisis menggunakan ANAVA dan uji lanjut BNT 0,05.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The main constituent of hardness is calcium and magnesium. High water hardness affects negatively aquatic biota. It is then important to decrease hardness. This study examines coconut shell charcoal, zeolite, and combination of both in reducing hardness. An experimental method applied completely randomized design to examine four treatments i.e. control (P0), coconut shell charcoal (P1), natural zeolite (P2) and combination of both (1:1, P3), in quintuplicates. Coconut shell charcoal and zeolite in this study were activated by heating. Water samples from Darmakradenan, Banyumas, hardness was analyzed before treatment and presented 264 mg/L, then treated for 2 hours. These results indicated that form initial hardness, a decrease in hardness was detected in P1 (80.3±7.0%), followed by P2 (63.6±6.2%), P3 (62.0±7.6%), and P0 (55±11.67%). Hardness was F-tested and LSD-tested (p<0.05).
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save