Home
Login.
Artikelilmiahs
6545
Update
HERLINDA YUDI SAPUTRI
NIM
Judul Artikel
Hubungan Indeks Produksi Retikulosit dengan Kadar Besi Serum dan Total Iron Binding Capacity Penderita Anemia Pada Penyakit Ginjal Kronik di RSUD PROF. dr. Margono Soekarjo Purwokerto
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar belakang. Anemia merupakan salah satu komplikasi yang terjadi pada penyakit ginjal kronik. Salah satu jenis anemia pada penyakit ginjal kronik yaitu anemia defisiensi besi. Penegakan diagnosis defisiensi besi dapat dilakukan dengan pemeriksaan kadar besi serum, total iron binding capacity (TIBC), ferritin serum dan saturasi transferin. Penanda ini terkadang tidak dapat menggambarkan defisiensi besi akibat adanya inflamasi sistemik pada penyakit ginjal kronik. Oleh karena itu, digunakanlah retikulosit sebagai salah satu penanda untuk membantu penentuan status besi. Tujuan penelitian. Mengetahui hubungan indeks produksi retikulosit (IPR) dengan kadar besi serum dan TIBC penderita anemia pada penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Metode penelitian. Desain penelitian yang digunakan adalah metode analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional yang dilakukan pada 52 orang yang terdiagnosis anemia pada penyakit ginjal kronik di RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo yang akan menjalani hemodialisis. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah consecutive sampling. Analisis statistik yang digunakan adalah uji korelasi Pearson dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil penelitian. Tidak ada korelasi yang bermakna antara indeks produksi retikulosit dengan kedua variabel terikat yaitu besi serum (r= 0,071 , p= 0,617) dan TIBC (r= 0,262, p= 0,061). Kesimpulan. Tidak terdapat hubungan indeks produksi retikulosit dengan kadar besi serum dan total iron binding capacity (TIBC) penderita anemia pada penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo Purwokerto.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background. Anemia is a complications that happened on chronic kidney disease. One of the types of anemia on chronic kidney disease is iron deficiency anemia. To diagnose iron deficiency can be made by examining serum iron level, total iron binding capacity (TIBC), ferritin serum, and transferrin saturation. Those markers sometimes couldn’t describe the iron deficiency as a caused of systemic inflammation on chronic kidney disease. Therefore, this research used reticulocyte as one of the markers to help the assessment of iron level. Objective. To define the correlation of reticulocyte production index (RPI) with serum iron level and TIBC in anemic patients on chronic kidney disease who ran a haemodialysis on RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Method. This research used an observational analytic study with cross-sectional approach. Fifty-two samples that had been diagnosed as anemia in chronic kidney disease were taken from RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo through consecutive sampling method. Then data were analyzed using Pearson correlation test with p-value <0,05. Result. There is no significant correlation between the reticulocyte production index with the level of serum iron (r= 0,071 , p= 0,617) and total iron binding capacity (r= 0,262, p= 0,061). Conclusion. There is no correlation between the reticulocyte production index with the level of serum iron and total iron binding capacity in anemic patient with chronic kidney disease who ran a haemodialysis on RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo Purwokerto.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save