Home
Login.
Artikelilmiahs
6444
Update
MUHAMMAD YUSUF AL GHIFARI
NIM
Judul Artikel
IDENTIFIKASI KEDALAMAN KOLAM LABUH PELABUHAN TEGAL MENGGUNAKAN GPS ECHO-SOUNDER
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Pelabuhan harus bisa menjalankan berbagai fungsinya seperti bongkar muat barang, militer, pengisian bahan bakar, naik turun penumpang dan lain sebagainya, karena pelabuhan sangat penting untuk berjalannya transportasi laut. Agar pelabuhan dapat berfungsi sebagaimana mestinya, maka area pelabuhan harus aman dan tenang terhadap segala gangguan khususnya gelombang. Selain itu, kedalaman pelabuhan harus mampu melayani semua kapal ukuran rencana yang akan melakukan aktivitasnya di pelabuhan dengan aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi saat ini dari kedalaman kolam labuh Pelabuhan Tegal. Data masukan diperoleh langsung dari lapangan menggunakan alat GPS Echo-sounder. Data masukan tersebut berupa data posisi titik pengukuran, dan data elevasi kedalaman. Tahapan penelitian ini adalah melakukan survei pendahuluan, pelaksanaan survei, pemrosesan data, dan rekomendasi pengerukan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan kedalaman kolam labuh ideal berdasarkan ketentuan Triatmojo sebesar 4,8 m dan jari jari kolam putar rencana sebesar 59,38 m, sedangkan berdasarkan ketentuan Marwanto, dkk kedalaman ideal kolam labuh adalah 4,89 m dan jari jari kolam putar rencana sebesar 79,18 m. Volume pengerukan pada kolam labuh menurut ketentuan Triatmojo adalah 94.944,566 m3 untuk turning using tugboat dan 49.545 m3 untuk self turning. Sedangkan berdasarkan ketentuan Marwanto, dkk didapat 97.633 m3 untuk turning using tugboat dan 54.887 m3 untuk self turning.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The port should be able to perform a variety of functions such as loading and unloading goods, military, refueling, up and down passengers and others, because the port is very important for fluency of sea transport. So that the port can function as they should, then the port area must be secured against any disturbance and especially waves. In addition, the depth of the port should be able to serve all the size of ships that will make its activity at the port safely. This research aims to know the current state of the depth of the port basin in the Tegal Port. The input of data is retrieved directly from the field using GPS Echo-sounder tool. The input data are the data of measurement point position, and data of depth elevation. The stages of this study is conducting a preliminary survey, implementation survey, data processing, and dredging recommendation. The results of this research show the depth of the ideal port basin based on the provisions of Triatmojo of 4.8 m and design radius of turning basin amounted to 59.38 m, while based on the ideal depth according to provisions of Marwanto (et.al) is 4.89 m and the radius of the outdoor play plan of 79.18 m. Dredging volume on an anchor pond according to the provisions of Triatmojo are 94,944.566 m3 for turning using tugboat and 49,545 m3 for a self-rising turning. While based on provisions of Marwanto (et.al) is 97,633 m3 for turning using tugboat and 54,887 m3 for a self turning.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save