Home
Login.
Artikelilmiahs
6120
Update
OSHADA DEWI HERDIFA
NIM
Judul Artikel
PERBANDINGAN KADAR GLUTATHIONE SULPHHYDRIL (GSH) SALIVA PENDERITA GINGIVITIS PEROKOK DAN NON PEROKOK SETELAH MENGKONSUMSI VITAMIN C
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Gingivitis merupakan kondisi peradangan gingiva. Proses inflamasi yang terjadi pada gingiva berakibat pada meningkatnya Reactive Oxygen Species (ROS) dalam tubuh. Peningkatan ROS memicu penurunan antioksidan tubuh. Glutathione SulphHydril (GSH) merupakan antioksidan yang beperan dalam menangkal radikal bebas. Vitamin C merupakan sumber antioksidan eksogen, yang dapat membantu penurunan radikal bebas dan penyembuhan gingivitis. Tujuan penelitian ini adalah melihat adanya pengaruh pemberian vitamin C terhadap peningkatan kadar GSH pada penderita gingivitis perokok dan non perokok. Subjek penelitian terdiri dari 28 penderita gingivitis yang dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok gingivitis perokok dan kelompok gingivitis non perokok yang masing-masing terdiri dari 14 subjek. Setiap kelompok diberi vitamin C dosis 500 mg perhari selama 5 hari. Pengambilan saliva dilakukan sebelum dan sesudah konsumsi vitamin C, dan pengukuran kadar GSH menggunakan spektofotometer panjang gelombang 412 nm. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan bermakna kadar GSH saliva pada kedua kelompok sebelum dan setelah perlakuan, dengan nilai p < 0,05. Pemberian vitamin C dapat meningkatkan kadar GSH saliva secara signifikan pada kedua kelompok, dengan nilai p < 0,05. Tidak ditemukan adanya hubungan bermakna antara kadar GSH dan indeks gingiva pada masing-masing kelompok, dengan nilai p > 0,05.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Gingivitis is the condition where gingival is inflamed. The inflammation could cause the increasing of Reactive Oxygen Species or ROS in the body. Moreover, the increasing of ROS could reduce the amount of antioxidant in the body. Glutathione SulphHydril or GSH is a kind of antioxidant which helps in preventing free radical. Vitamin C is an exogenous antioxidant which could help decreasing free radicals and curing the gingivitis. Consequently, the purpose of this research is to see the effect of vitamin C on levels of GSH in the gingivitis sufferers which are smoker or non-smoker. The test-subjects were including 28 gingivitis sufferers which were divided by two groups that were 14 people of smoker and the rest for non-smoker, and each person was given 500 mg of vitamin C for 5 days. Furthermore, saliva of the sufferers was taken before and also after consuming vitamin C. Accordingly, the result showed the difference of the amount of GSH on each samples of saliva by using spectrophotometer with the wavelength of 412 nm after and before the value of p < 0,05 was embedded. Vitamin C could escalate the amount of GSH significantly on each of the groups after the value of p < 0,05 was embedded. However, there is no relation between the number of GSH and the index of gingival on each group after the value of p > 0,05 was set in.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save