Home
Login.
Artikelilmiahs
5782
Update
ANNISA ASKHARIMAH
NIM
Judul Artikel
Biosorpsi Logam Berat Timbal (Pb) oleh Biomassa Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) pada Berbagai Variasi pH dan Waktu Kontak
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian berjudul “Biosorpsi Logam Berat Timbal (Pb) oleh Biomassa Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) pada Berbagai Variasi pH dan Waktu Kontak” telah dilakukan pada bulan Juni-Juli 2013. Biosorpsi dengan memanfaatkan biosorben merupakan metode alternatif untuk menanggulangi dampak pencemaran perairan. Pencemaran perairan oleh logam berat menimbulkan efek negatif bagi kualitas air, biota air dan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas biosorpsi, pH dan waktu kontak optimum serta kadar logam berat Pb oleh E. crassipes; dan untuk membandingkan hasil biosorpsi dengan baku mutu yang berlaku. Penelitian biosorpsi logam Pb oleh E. crassipes ini telah dilakukan pada variasi pH dan waktu kontak. Perlakuan berupa pencampuran 100 mg biosorben ke dalam larutan Pb(NO3)2 pada rentang pH 3, 4, 5 dan 6 serta waktu kontak 60 menit, 120 menit, 180 menit, dan 240 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biosorpsi logam Pb oleh E. crassipes dipengaruhi oleh pH larutan dan lamanya waktu kontak. Kapasitas biosorpsi logam Pb oleh E. crassipes sebesar 42,35% pada pH optimum 4 dan waktu kontak 240 menit. Konsentrasi logam Pb hasil adsorpsi (25,97 ppm) melebihi baku mutu. E. crassipes dapat menjadi biosorben alternatif untuk mengurangi limbah mengandung logam berat Pb sebelum memasuki perairan dengan metode biosorpsi.
Abtrak (Bhs. Inggris)
A study entitled “The Biosorption of Lead by Water Hyacinth (Eichhornia crassipes) at different pH and resistance time” being held on June-July 2013. Biosorption using biosorbant is an alternative method to mitigate pollution impact in aquatic environment. Originally heavy metal water pollution provoked negative effect on water quality, aquatic biota and humans. This study aimed to determine biosorption capacity, optimum pH and contact time and Pb concentration adsorbed by E. crassipes; and to compare biosorption results with quality standard for the environment. Pb biosorption by E. crassipes had been done on different pH and contact times. Treatments were 100 mg biosorbant mixture to Pb(NO3)2 solution in pH range of 3, 4, 5 and 6 as well as different contact times of 60, 120, 180, and 240 minutes. The results showed that Pb biosorption by E. crassipes were influenced by solution pH and contact times. Pb biosorption capacity by E. crassipes was 42.35% with optimum pH of 4 and contact time of 240 minutes. Pb adsorbed concentrations, i.e. 25.97 ppm, exceeded quality standard. In conclusion, E. crassipes could be used as an alternative biosorbant in reducing Pb contained waste before entering waters using biosorption method.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save