Home
Login.
Artikelilmiahs
5600
Update
APRIAN ADI MUNANDAR
NIM
Judul Artikel
EVALUASI IMPLEMENTASI PROGRAM PENYULUHAN KELUARGA BERENCANA /KB DALAM MEWUJUDKAN KELUARGA KECIL BERKUALITAS (STUDI KASUS DI DESA CONDONG KECAMATAN KERTANEGARA KABUPATEN PURBALINGGA)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Program Penyuluhan Keluarga Berencana dilakukan untuk menjalankan kebijakan pemerintah dalam mengatur angka kelahiran untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Penelitian ini dilaksanakan di desa Condong Kecamatan Kertanegara Kabupaten Purbalingga yang memiliki angka kelahiran/TFR (Total Fertility Rate) tertinggi di Kecamatan Kertanegara, yakni 2,43. Metode yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif. Teknik pemilihan informan adalah purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Sasaran penelitian ini adalah Penyuluh KB, Kader KB, Kepala Desa, Tokoh informal serta Akseptor MOW dan hormonal. Selanjutnya, data analisis menggunakan analisis data interaktif Milles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukan penyuluhan sudah cukup baik namun masih terdapat kendala yang muncul seperti minimnya anggaran dari Pemerintah Kabupaten Purbalingga, kurangnya kepedulian warga terhadap program KB, keterlibatan suami masih kurang terlihat pencapaian MOP masih sedikit, alat kontrasepsi yang banyak diminati bersifat hormonal, seperti suntik dan pil. Hal ini menyebabkan angka kelahiran desa Condong masih tinggi. Untuk itu, direkomendasikan perlunya ditingkatkan penyuluhan keluarga berencana khususnya kepada suami dan menggunakan bahasa komunikasi yang sesuai dengan kondisi sosial budaya masyarakat setempat. Kata Kunci : Penyuluhan Keluarga Berencana, Program Keluaraga Berencana, Evaluasi, Implementasi
Abtrak (Bhs. Inggris)
Family Planning Extension Program was to run government policy in regulating the birth rate to create quality of human resources. The research was conducted in the Condong village, Sub-district Kertanegara, Purbalingga who have birth rate / TFR (Total Fertility Rate), the highest in sub-district Kertanegara, namely 2.43. This method used descriptive qualitative. Informant selection techniques is purposive sampling. The data obtained by in-depth interviews, observation and documentation. This research is targeted family planning extension, planning extension Cader planning extension, same informal leaders inthis village and acceptor MOW and hormonal. Furthermore, data analyzed by interactive process according Milles and Huberman. The results showed that the family planning extension program was quite good, but there were some-obstacles such as lack of budget from the Purbalingga Government, concern from citizens about family planning, and the involment husband as a ‘MOP’s acceptor. Then which attracted many contraceptives are hormonal, such as injections and pills . This led to the birth rate is still high Leaning village. The recommendation were increasing the family planning extension, especially to husband and use language appropriate communication with the local social and cultural conditions. Keywords: Family planning extension, family planning program, evaluation, implementation
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save