Home
Login.
Artikelilmiahs
55470
Update
ISFILANA SOBAH
NIM
Judul Artikel
Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Melon (Cucumis Melo L.) Pada Sistem Hidroponik Nutrient Film Technique dengan Aplikasi Giberelin
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penambahan zat pengatur tumbuh (ZPT) pada suatu tanaman mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman melalui pemanjangan dan pembelahan sel dalam mendukung percepatan perkecambahan, pertumbuhan batang, perluasan daun, hingga peningkatan bobot buah dan kemanisan buah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saat aplikasi terbaik dan konsentrasi giberelin optimal yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman melon, serta mengetahui adanya interaksi antara saat aplikasi dan konsentrasi giberelin terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman melon. Penelitian ini dilakukan di screenhouse Desa Pasir Kulon, Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Petak Terbagi (Split Plot) dengan dua faktor perlakuan. Petak utama yaitu saat aplikasi (fase vegetatif dan fase generatif) dan anak petak yaitu konsentrasi giberelin (0 ppm, 50 ppm, 100 ppm dan 150 ppm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan terhadap jumlah daun (24 HST, 31 HST, 38 HST) dan umur berbunga tanaman melon baik bunga jantan maupun bunga betina. Tidak terdapat interaksi antara perlakuan saat aplikasi dan konsentrasi giberelin pada jumlah daun maupun umur berbunga.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The application of gibberellin, a plant growth regulator (PGR), promotes plant growth through cell elongation and division, thereby supporting faster germination, stem growth, leaf expansion, an increases in fruit weight and sweetness. This study aimed to determine the optimal application timing and gibberellin concentration for improving the growth and yield of melon plants, as well as to investigate the interaction between application time an gibberellin concentration on melon growth and yield. The study was conducted in a screen house in Pasir Kulon Village, West Purwokerto District, Banyumas Regency, Indonesia. The experiment was arranged using a split-plot design with two treatment factors. The main plot factor was application time, consisting of vegetative and generative phases, while subplot factor was gibberellin concentration, consisting of 0, 50, 100, and 150 ppm. The results showed that application time and gibberellin concentration did not significantly affect the number of leaves at 24, 31, and 38 days after planting (DAP) or the flowering time of male and female flowers in melon plants. Furthermore, no significant interaction was observed between application time and gibberellin concentration in terms of leaf number or flowering time.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save