Home
Login.
Artikelilmiahs
55464
Update
MUSTIKA MEISNAENI ZAHRA
NIM
Judul Artikel
PERBEDAAN JUMLAH SEL PIKNOSIS, KARIOREKSIS, DAN KARIOLISIS SEL EPITEL MUKOSA BUKAL ANTARA PEROKOK KONVENSIONAL, ELEKTRIK, KOMBINASI, DAN NONPEROKOK PADA MAHASISWA USIA 18-25 TAHUN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Kebiasaan merokok banyak ditemukan di kalangan mahasiswa. Merokok dapat memicu stres oksidatif yang menyebabkan perubahan inti sel epitel mukosa bukal berupa piknosis, karioreksis, dan kariolisis. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan jumlah sel piknosis, karioreksis, dan kariolisis sel epitel mukosa bukal antara perokok konvensional, elektrik, kombinasi, dan nonperokok pada mahasiswa usia 18-25 tahun. Metode: Jenis penelitian ini yaitu observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan responden dilakukan dengan metode purposive sampling. Sampel pada penelitian ini merupakan mahasiswa dari 12 fakultas di Universitas Jenderal Soedirman yang berusia 18-25 tahun dan memiliki kebiasaan merokok elektrik, konvensional, kombinasi, dan nonperokok dengan jumlah 64 orang dan dibagi menjadi 4 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 16 orang. Sampel apusan mukosa bukal dari kedua sisi diambil dengan menggunakan cytobrush kemudian dibuat preparat dan dilakukan pewarnaan Papanicolaou. Preparat diamati dibawah mikroskop cahaya perbesaran 400x dengan bantuan Optilab dan dilakukan perhitungan jumlah sel piknosis, karioreksis, dan kariolisis per 1.000 sel. Hasil: Hasil uji statistik Kruskal-Wallis menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna jumlah sel piknosis, karioreksis, dan kariolis antara kelompok perokok konvensional, elektrik, kombinasi, dan nonperokok dengan nilai p > 0,05. Simpulan: Tidak terdapat perbedaan jumlah sel piknosis, karioreksis, dan kariolisis pada sel epitel mukosa bukal antara perokok konvensional, elektrik, kombinasi, dan nonperokok pada mahasiswa usia 18-25 tahun.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Smoking habits are common among university students. Smoking can induced oxidative stress, leading to nuclear changes in buccal mucosal epithelial cells, including pyknosis, karyorrhexis, and karyolysis. Objective: This study aimed to determine the differences in the numbers of pyknotic, karyorrhectic, and karyolytic cells in buccal mucosal epithelium cells among conventional smokers, e-cigarette users, dual users, and non-smokers among university students aged 18–25 years. Methods: This was an observational, analytical cross-sectional study. Respondents were selected using purposive sampling. Sixty-four undergraduate students from 12 faculties at Jenderal Soedirman University were selected using purposive sampling and divided equally into 4 groups. Buccal mucosal smears were collected bilaterally using a cytobrush, prepared, and stained with Papanicolaou stain. The slides were observed under a light microscope at 400× magnification with Optilab assistance. The numbers of pyknotic, karyorrhectic, and karyolytic cells were counted per 1,000 cells. Results: The Kruskal-Wallis test shows no significant difference in the numbers of pyknotic, karyorrhexis, and karyolysis cells among conventional smokers, e-cigarette users, dual users, and non-smokers (p > 0.05). Conclusion: There are no differences in the numbers of pyknotic, karyorrhexis, and karyolysis cells in buccal mucosal epithelial cells among conventional smokers, e-cigarette users, dual users, and non-smokers in university students aged 18–25 years.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save