Home
Login.
Artikelilmiahs
55458
Update
DHEA PUSPANINGRUM
NIM
Judul Artikel
GAME ONLINE TOUKEN RANBU DALAM PARIWISATA BUDAYA: CONTENT TOURISM DI MUSEUM PEDANG BIZEN OSAFUNE KOTA SETOUCHI
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Game online Touken Ranbu menghadirkan karakter personifikasi yang didasarkan dari pedang Jepang. Salah satunya adalah karakter Sanchoumou yang didasarkan dari pedang aslinya yang saat ini berada di Kota Setouchi. Popularitas Touken Ranbu memunculkan minat penggemar untuk berziarah atau berwisata ke situs terkait dengan karakter maupun latar dalam game, memicu fenomena seichi junrei. Penelitian ini menggunakan teori content tourism untuk menganalisis pariwisata konten yang terjadi di Museum Pedang Bizen Osafune di Kota Setouchi dari pengaruh game Touken Ranbu dan karakter Sanchoumou. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran dan hubungan Touken Ranbu sebagai produser konten, penggemarnya sebagai pelaku wisata, dan Museum Pedang Bizen Osafune sebagai bagian dari otoritas lokal Kota Setouchi. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif melalui observasi konten dan lokasi, serta analisis tematik peran dan hubungan antara ketiga pelaku dalam proses pariwisata konten. Data penelitian ini diperoleh melalui wawancara mendalam dengan informan pelaku wisata serta otoritas lokal, serta sumber internet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi hubungan timbal balik yang positif antara ketiga pelaku pariwisata konten yang saling menguntungkan dan membangun kerjasama satu sama lain. Penggemar yang mengonsumsi konten berupa game Touken Ranbu dari produser akan melakukan aktivitas seichi junrei ke Museum Pedang Bizen Osafune sebagai bentuk pemenuhan motivasi. Otoritas lokal Kota Setouchi dan pihak museum yang bekerja sama dengan produser mendapat keuntungan berupa peningkatan jumlah wisatawan, berkembangnya aktivitas pariwisata museum dan Kota Setouchi secara umum, serta pelestarian seni pembuatan pedang Bizen. Produser yang mendapatkan informasi dan referensi dari sejarah pedang Sanchoumou dan kebudayaan pedang Jepang di Bizen dapat memproduksi game Touken Ranbu beserta karakter Sanchoumou yang merupakan bisnis konten sehingga dapat meningkatkan popularitas Touken Ranbu tersendiri.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The online game Touken Ranbu features personified characters based on Japanese swords. One such character is Sanchoumou, modeled after an actual sword currently housed in Setouchi City. The game's popularity has sparked fan interest in visiting sites associated with its characters and settings, a phenomenon known as seichi junrei. This study applies content tourism theory to analyze the tourism activity at the Bizen Osafune Sword Museum in Setouchi City, driven by Touken Ranbu and the Sanchoumou character. It aims to identify the roles and relationships among three key stakeholders: Touken Ranbu as the content producer, the fans as tourists, and the Bizen Osafune Sword Museum as the Setouchi City local authority. This research utilizes qualitative approach involving content and site observations, and thematic analysis of the content tourism stakeholders. Data were gathered through in-depth interviews with tourists and local authorities, as well as online sources. The findings reveal a mutually beneficial, reciprocal relationship among the three stakeholders. Fans who consume Touken Ranbu game content engage in seichi junrei visits to the museum to satisfy their motivations. By collaborating with the producer, the Setouchi City local authority and the museum benefit from increased visitor numbers, the growth of tourism across Setouchi City, and the preservation of Bizen sword-making art form. Meanwhile, the producer drawing on historical information regarding Sanchoumou and Bizen sword culture is able to develop the game and the Sanchoumou character as a content-based business venture, thereby further boosting the game's popularity.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save