Home
Login.
Artikelilmiahs
55418
Update
SANDYA WINDU MUSTIKA
NIM
Judul Artikel
Asuhan Gizi Terstandar Pada Pasien SAH (Subarachnoid Hemorrhage) non traumatik, SAH (Subarachnoid Hemorrhage) Ruptured PCOM (Posterior Communicating Artery) Aneurysm di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Stroke merupakan salah satu penyakit dengan penyebab kematian tertinggi kedua di Dunia. Dari beberapa jenis stroke, sekitar 5% merupakan stroke perdarahan subaraknoid .Tujuan penelitian adalah untuk memberikan proses asuhan gizi terstandar sesuai dengan kebutuhan pasien dan mengetahui efektifitasnya. Metode penelitian adalah studi kasus dengan subyek seorang pasien SAH (Subarachnoid Hemorrhage) non traumatik di Rumah Sakit Umum Pusat dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Alur asuhan gizi dimulai dari assessment, diagnosis, intervensi, monitoring dan evaluasi. Intervensi dilakukan selama 4 hari dari persiapan tindakan pembedahan craniotomy clipping aneurisma hingga post pembedahan. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, dan observasi rekam medik. Dari penelitian didapatkan bahwa terdapat perubahan nilai biokimia dan fisik/klinis pasca pembedahan. Data asupan menunjukkan data yang fluktuatif saat intervensi.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Stroke is the second leading cause of death worldwide. Among the various types of stroke, subarachnoid hemorrhage accounts for approximately 5% of cases. This study aimed to provide standardized nutrition care tailored to the patient's needs and to evaluate its effectiveness. A case study method was employed, focusing on a patient with non-traumatic subarachnoid hemorrhage (SAH) at Dr. Soeradji Tirtonegoro Central General Hospital, Klaten. The nutrition care process followed the standard sequence of assessment, diagnosis, intervention, monitoring, and evaluation. The intervention spanned four days, covering the period from preparation for aneurysm clipping craniotomy surgery through the post-operative phase. Data were collected via interviews and a review of medical records. The study revealed changes in biochemical and physical/clinical parameters following surgery, while intake data showed fluctuations throughout the intervention period
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save