Home
Login.
Artikelilmiahs
55412
Update
AZAHRA REYZITA PUTRI
NIM
Judul Artikel
Pemberdayaan Kader Posyandu melalui Pelatihan Antropometri untuk Deteksi Dini Masalah Gizi pada Balita
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Masalah gizi pada anak balita bersifat multidimensi, meliputi stunting, wasting, berat badan kurang (underweight), dan gizi lebih (overweight). Kader posyandu berperan penting dalam deteksi dini melalui pengukuran antropometri. Namun, berbagai studi menunjukkan tingginya angka kesalahan teknis pengukuran dalam praktik, antara lain posisi anak yang tidak tepat, penentuan titik tengah lingkar lengan atas (LiLA) yang tidak akurat, dan pencatatan yang kurang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan antropometri terhadap pengetahuan dan keterampilan kader posyandu. Desain yang digunakan adalah pra-eksperimental one-group pretest-posttest dengan melibatkan seluruh kader posyandu aktif di Desa Kalicupak Lor, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas (n=6). Para kader mengikuti pelatihan satu hari berjudul "Kader Hebat, Balita Sehat" yang berbasis pembelajaran eksperiensial, dengan memadukan ceramah, demonstrasi, dan simulasi praktik langsung. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner 10 butir (skor 0–100), sedangkan keterampilan diukur dengan lembar observasi 55 poin. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan peningkatan skor pengetahuan yang signifikan (median 85 menjadi 100; p=0,026), dengan seluruh responden (100%) memperoleh skor sempurna pada post-test. Sementara itu, rerata skor keterampilan meningkat dari 44,00 menjadi 51,83 (dari 55), dan seluruh kader mempertahankan atau meningkatkan kategori terampil mereka. Pelatihan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam pengukuran antropometri. Pelatihan terstruktur berbasis praktik direkomendasikan sebagai strategi pemberdayaan kader yang berkelanjutan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Nutritional problems among children under five are multidimensional, encompassing stunting, wasting, underweight, and overweight, with posyandu cadres playing a key role in early detection through anthropometric measurement; however, studies show a high rate of technical measurement errors in practice, including incorrect child positioning, inaccurate MUAC midpoint determination, and imprecise recording. This study aimed to determine the effect of anthropometric training on the knowledge and skills of posyandu cadres, using a pre-experimental one-group pretest-posttest design involving all active posyandu cadres in Kalicupak Lor Village, Kalibagor District, Banyumas Regency (n=6), who received a one-day training titled "Kader Hebat, Balita Sehat" based on experiential learning combining lectures, demonstrations, and hands-on practice simulations; knowledge was measured using a 10-item questionnaire (score 0–100) and skills with a 55-point observation checklist, with data analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test (α=0.05). Results showed a significant improvement in knowledge scores (median 85 to 100; p=0.026), with all respondents (100%) achieving perfect post-test scores, while the mean skill score increased from 44.00 to 51.83 (out of 55), with all cadres maintaining or improving their skilled category. The training was proven effective in improving cadres' knowledge and skills in anthropometric measurement, and structured, practice-based training is recommended as a sustainable cadre empowerment strategy.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save