Home
Login.
Artikelilmiahs
55395
Update
INAYAH HIKMAWATI
NIM
Judul Artikel
Faktor-Faktor Kejadian Wasting pada Balita di Desa Karangdadap Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas (Mixed Method)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Wasting merupakan masalah gizi balita yang biasa terjadi pada balita dengan rentan usia 0-59 bulan yang ditandai dengan berat badan tidak sesuai dengan tinggi badan. Wasting masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia termasuk di Desa Karangdadap Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas yang memiliki prevalensi 9,83%, yang termasuk lebih tinggi dari standar WHO. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja faktor penyebab terjadinya wasting di Desa Karangdadap, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan Mixed Method yaitu kuantitatif dan kualitatif dengan pendekatan studi kasus eksplorasi, pemilihan informan utama menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria inklusi yaitu ibu dengan balita wasting dan tidak wasting, jarak rumah dengan fasilitas kesehatan, jarak rumah dengan sungai, pendidikan ibu balita, dan kondisi sosial ekonomi. Sedangkan informan pendukung terdiri dari kader posyandu, bidan desa, dan ahli gizi puskesmas. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode in-dept interview dengan instrument panduan wawancara dan form 24 H Food Recall. Analisis data dilakukan dengan proses transkripsi, coding, pengelompokan kategori, dan penentuan tema. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi balita wasting meliputi status gizi kurang, infeksi, pola makan yang kurang baik, pengetahuan ibu yang kurang, kepedualian orang tua terhadap gizi balita hygiene sanitasi yang kurang baik, serta sosial ekonomi yang rendah. Kesimpulan pada penelitian ini adalah wasting dipengaruhi oleh faktor langsung berupa infeksi dan pola makan yang kurang baik, serta faktor tidak langsung berupa hygiene sanitasi yang kurang tepat, kurangnya kepedualian orang tua terhadap gizi balita, dan sosial ekonomi yang rendah.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Wasting is a nutritional problem among toddlers, commonly occurring in children aged 0–59 months and characterized by a body weight that is not commensurate with their height. Wasting remains a health problem in Indonesia, including in Karangdadap Village, Kalibagor Subdistrict, Banyumas Regency, which has a prevalence of 9.83%—a rate higher than the WHO standard. This study aims to identify the factors contributing to wasting in Karangdadap Village, Kalibagor Subdistrict, Banyumas Regency. This study employed both quantitative and qualitative methods using an exploratory case study approach. Key informants were selected using purposive sampling based on the following inclusion criteria: mothers of both wasted and non-wasted toddlers; distance from home to health facilities; distance from home to a river; the mother’s educational level; and socioeconomic status. Supporting informants included Posyandu cadres, village midwives, and public health center nutritionists. Data collection in this study used in-depth interviews with a guided interview guide and a 24-hour food recall form. Data analysis was conducted through transcription, coding, categorization, and theme identification. The results of the study indicate that factors influencing wasting in toddlers include undernutrition, infections, poor dietary patterns, insufficient maternal knowledge, parental neglect regarding toddler nutrition, poor hygiene and sanitation, and low socioeconomic status. The conclusion of this study is that wasting is influenced by direct factors such as infections and poor dietary patterns, as well as indirect factors such as inadequate hygiene and sanitation, a lack of parental concern for the toddler’s nutrition, and low socioeconomic status.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save