Home
Login.
Artikelilmiahs
5537
Update
PERDANI ADNIN MAIISYAH
NIM
Judul Artikel
Evaluasi Penatalaksanaan Pasien Kejang Demam Pediatrik di Instalasi Gawat Darurat RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kejang demam pernah dialami 2 - 5% anak-anak. Penatalaksanaan kejang demam yang cepat dan tepat menghasilkan prognosis yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kesesuaian antara penatalaksanaan kejang demam pasien pediatrik di instalasi gawat darurat dengan standar rumah sakit. Rancangan penelitian yang digunakan adalah prospektif studi cross sectional. Data diperoleh dari catatan rekam medis dan wawancara keluarga/petugas kesehatan pasien pediatrik dengan diagnosis kejang demam yang berada di Instalasi Gawat Darurat RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto periode Maret-April 2013 (n=50). Data yang diambil berupa data demografi, data gambaran klinis, dan data penatalaksanaan. Data yang terkumpul kemudian dievaluasi secara deskriptif dibandingkan dengan Standar Pelayanan Medis tahun 2009 Satuan Medis Fungsional Kesehatan Anak RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Hasil penelitian menunjukkan dari 50 pasien kejang demam yang diteliti, sebelas (22%) pasien mendapatkan penatalaksanaan sesuai dan 39 (78%) pasien mendapatkan penatalaksanaan yang tidak sesuai standar. Ada 8 jenis ketidaksesuaian yang terjadi yaitu 4(7,27 %) pasien kejang, mendapatkan antikonvulsan tidak tepat dosis; 4(7,27 %) pasien kejang, mendapatkan jenis antikonvulsan tidak sesuai standar; 3(5,45 %) pasien kejang, mendapatkan kombinasi antikonvulsan; 9(16,36 %) pasien tidak kejang, memiliki riwayat kejang demam, tidak mendapatkan pencegahan sesuai standar; 11(20%) pasien tidak kejang, tidak memiliki riwayat kejang demam, mendapatkan antikonvulsan; 7(12,73 %) pasien demam, tidak mendapatkan Parasetamol; 11(20 %) pasien demam, mendapatkan Parasetamol tidak tepat dosis dan 6(10,91 %) pasien kondisi tidak demam, mendapatkan Parasetamol. Hasil ini menggambarkan telah terjadi ketidaksesuaian antara penatalakasanaan kejang demam pediatrik di instalasi gawat darurat dengan standar pelayanan medis.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Febrile seizure is happened in 2 - 5% children. Fastly and accurately of management febrile seizure produce a good prognosis. The aim of this study is to evaluate suitability among managing febrile seizure in pediatric at emergency room with standard. Design study that used is prospective study cross sectional. Data are acquired from medical recording and family interview/medical personnel of pediatric febrile seizure patient in Emergency Room RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto during Maret-April 2013(n=50). Acquired data are demography data, clinical data, and managing data. Then, collected data are evaluated descriptively to be compared with Standar Pelayanan Medis tahun 2009 SMF Kesehatan Anak RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Results of this study from 50 patients, eleven (22%) patients get proper managing with standard and 39 (78%) patients do not appropriate with standard. There are 8 inappropriate which are 4(7.27 %) patients in seizure, get inappropriate anticonvulsant with dosage standard; 4(7.27 %) patients in seizure, get inappropriate kind of anticonvulsant standard; 3(5.45 %) patients in seizure, get anticonvulsant combination; 9(16.36%) patients do not seizure condition, have febrile seizure history, but do not get prevention managing; 11(20 %) patients do not seizure condition, do not have febrile seizure history, getting anticonvulsant; 7(12.73 %) patients febrile, do not get Paracetamol; 11(20%) patients febrile, get Paracetamol inappropriate with dosage and 6(10.91 %) patients not febrile, get Paracetamol. This result showed inappropriate management of febrile seizure is happened between management of febrile seizure in emergency room and standard.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save