Home
Login.
Artikelilmiahs
55247
Update
TIARA AYU GUNARTI
NIM
Judul Artikel
Evaluasi Pengembangan Bandara Jenderal Besar Soedirman sebagai Bandara Komersial
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Bandara Jenderal Besar Soedirman dikembangkan untuk meningkatkan konektivitas wilayah, mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Jawa Tengah bagian selatan. Namun, pemanfaatannya belum optimal, ditandai dengan penurunan jumlah penerbangan hingga terhentinya penerbangan komersial berjadwal. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengembangan Bandara Jenderal Besar Soedirman sebagai bandara komersial menggunakan Model Evaluasi Kesenjangan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan systematic thematic analysis. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan antara perencanaan dan kondisi aktual dalam pengembangan bandara, yang ditandai oleh keterbatasan fasilitas dan cakupan pelayanan, rendahnya permintaan penerbangan, serta belum optimalnya fungsi bandara sebagai pengumpan. Meskipun dukungan anggaran pembangunan telah tersedia, masih terdapat keterbatasan sumber daya manusia dan dukungan lintas sektor. Koordinasi antarpemangku kepentingan juga mengalami stagnasi, sementara berbagai upaya yang dilakukan belum mampu mendorong keberlanjutan penerbangan reguler. Kondisi tersebut menyebabkan pemanfaatan bandara masih didominasi penerbangan charter sehingga manfaat yang diharapkan, terutama peningkatan konektivitas dan aktivitas ekonomi regional, belum terwujud secara optimal. Secara keseluruhan, pengembangan Bandara Jenderal Besar Soedirman sebagai bandara komersial belum berjalan optimal karena belum terbentuknya permintaan penerbangan yang memadai untuk mendukung keberlanjutan operasional dan pencapaian tujuan pengembangannya.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Jenderal Besar Soedirman Airport was developed to improve regional connectivity and support economic growth and tourism in southern Central Java. However, its utilization has not been optimal, as indicated by declining flight numbers and the discontinuation of scheduled commercial flights. This study aims to evaluate the development of Jenderal Besar Soedirman Airport as a commercial airport using the Discrepancy Evaluation Model. This study employed a qualitative approach with a case study method. Data were collected through interviews, observations, and documentation and analyzed using systematic thematic analysis. The findings reveal discrepancies between planning and actual conditions in the airport's development, including limited facilities and service coverage, low air travel demand, and the suboptimal functioning of the airport as a feeder airport. Although development funding has been provided, limitations remain in human resources and cross-sectoral support. Coordination among stakeholders has also stagnated, while various efforts have yet to sustain regular commercial flights. Consequently, airport utilization remains dominated by charter flights, and the expected benefits, particularly improved connectivity and regional economic activity, have not been fully realized. Overall, the development of Jenderal Besar Soedirman Airport as a commercial airport has not been optimal due to insufficient air travel demand to support sustainable operations and achieve its development objectives.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save