Home
Login.
Artikelilmiahs
55186
Update
ALYA MUNA NABILA
NIM
Judul Artikel
Identifikasi Keragaman Genetik Ulat Grayak Spodoptera frugiperda (J.E. Smith) pada Pertanaman Jagung di Wilayah Karesidenan Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Ulat grayak (Spodoptera frugiperda J.E. Smith) merupakan hama utama tanaman jagung yang mengancam produktivitas pertanaman jagung di wilayah Karesidenan Banyumas. Terdapat perbedaan preferensi tanaman inang dan pola serangan yang dimiliki oleh dua jenis strain utama S. frugiperda (strain C (corn) dan strain R (rice)). Namun demikian, kedua strain tersebut tidak dapat dibedakan menggunakan identifikasi secara morfologi, sehingga diperlukan identifikasi secara molekuler. Identifikasi molekuler S. frugiperda di wilayah Karesidan Banyumas belum pernah dilakukan. Oleh sebab itu identifikasi molekuler S. frugiperda di wilayah Karesidan Banyumas perlu dilakukan untuk menentukan jenis strain dan menganalisis hubungan kekerabatannya. Metode penelitian meliputi isolasi DNA, amplifikasi gen COI melalui PCR, dan sekuensing. Analisis data menggunakan acuan Nelly et al., (2021) untuk menentukan jenis strain berdasarkan hubungan kekerabatan dengan sekuens referensi U72976.1 (strain C) dan U72978.1 (strain R). Analisis hubungan kekerabatan menggunakan software MEGA XII untuk konstruksi pohon filogenetik (Neighbor-Joining, 1000 bootstrap). Hasil penelitian mengonfirmasi seluruh sampel teridentifikasi sebagai strain jagung (Corn-strain). Seluruh sampel membentuk satu klaster utama yang berkerabat dekat dengan isolat dari India (84% bootstrap). Penelitian ini dapat menjadi acuan dalam penyusunan strategi pengendalian hama S. frugiperda berbasis data molekuler yang lebih efektif di wilayah Karesidenan Banyumas.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The fall armyworm (Spodoptera frugiperda J.E. Smith) is a major pest of corn crops that threatens corn production in the Banyumas Residency area. There are differences in host plant preferences and attack patterns exhibited by the two main strains of S. frugiperda (the C (corn) strain and the R (rice) strain). However, these two strains cannot be distinguished through morphological identification, necessitating molecular identification instead. Molecular identification of S. frugiperda in the Banyumas Residency area has not been previously conducted. Therefore, molecular identification of S. frugiperda in the Banyumas Residency region is essential to determine the strain type and analyze its phylogenetic relationships. The research methods included DNA isolation, amplification of the COI gene via PCR, and DNA sequencing. Data analysis followed Nelly et al. (2021) to determine the strain type based on phylogenetic relationships with reference sequences U72976.1 (C-strain) and U72978.1 (R-strain). Phylogenetic analysis was conducted using MEGA XII software to construct a phylogenetic tree (Neighbor-Joining method, 1000 bootstrap replicates). The results confirmed that all samples were identified as the corn strain (C-strain). All samples formed a single main cluster closely related to isolates from India (84% bootstrap value). This study serves as an reference for formulating more effective molecular data-based management strategies for S. frugiperda in the Banyumas Residency region.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save