Home
Login.
Artikelilmiahs
55122
Update
DILLAN WAHYU KINANTI
NIM
Judul Artikel
Rekonstruksi Model Sesar Baribis-Kendeng Jawa Tengah Berdasarkan Data Anomali Magnetik Citra Satelit
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Sesar Baribis merupakan struktur lipatan dan patahan naik Bogor – Baribis di perbatasan Jawa Barat – Jawa Tengah yang kemudian berbelok ke arah Selatan sehingga terlihat pola lipatan tersebut menyambung dengan Pegunungan Serayu Selatan yaitu: daerah Purwokerto, Kebumen, sampai Purworejo. Sementara itu sesar Kendeng merupakan kelanjutan dari zona Pegunungan Serayu Utara dengan batas barat adalah Gunung Slamet, kemudian di bagian utara terdapat FTB Pemalang – Pekalongan – Semarang yang kemudian akan berhubungan dengan FTB Kendeng di Jawa Timur. Penelitian dilakukan pada sesar Baribis-Kendeng pada wilayah Jawa Tengah dengan batas lintang dan bujur sebesar 108°13'00.0'' - 111°58'60.00'' BT dan 5°31'00.0'' - 7°58'59.99'' LS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan dan jenis sesar Baribis-Kendeng dengan menggunakan metode analisis First Horizontal Derivative (FHD) dan Second Vertical Derivative (SVD) serta mengetahui litologi bawah permukaan dengan pemodelan 2D. hasil dari analisis derivative menunjukkan bahwa sesar Baribis-Kendeng didominasi oleh sesar naik. Hasil dari pemodelan 2D menunjukkan bawah sesasr Baribis Kendeng pada wilayah Jawa Tengah didominasi oleh batuan vulkanik dan sedimen Kendeng. Kata Kunci: Magnetik, First Horizontal Derivative (FHD), Second Vertical Derivative (SVD), sesar Baribis-Kendeng, suseptibilitas batuan, pemodelan 2D.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The Baribis Fault is a folding and thrust structure extending from the Bogor-Baribis region along the boundary between West Java and Central Java, which subsequently bends southward. This structural pattern appears to continue toward the Southern Serayu Mountains, extending from the Pungungkerto area, Kebumen, to Purworejo. Meanwhile, the Kendeng Fault represents a continuation of the Northern Serayu Mountains, with Mount Slamet forming its western boundary. In the northern part, the Pemalang–Pekalongan–Semarang Fold-and-Thrust Belt (FTB) is present and subsequently connects with the Kendeng Fold-and-Thrust Belt (FTB) in East Java. This study was conducted along the Baribis–Kendeng Fault in Central Java, covering a study area bounded by longitudes 108°13′00.0″–111°58′60.00″ E and latitudes 5°31′00.0″–7°58′59.99″ S. The objective of this study is to identify the presence and type of the Baribis–Kendeng Fault using First Horizontal Derivative (FHD) and Second Vertical Derivative (SVD) analyses, as well as to determine the subsurface lithology through 2D modeling. The derivative analysis indicates that the Baribis–Kendeng Fault is predominantly characterized by reverse faults. The results of the 2D modeling indicate that the subsurface along the Baribis–Kendeng Fault in Central Java is predominantly composed of volcanic rocks and Kendeng sedimentary rocks. Keywords: Magnetic, Fisrst Horizontal Derivative (FHD), Second Vertical Derivative (SVD), Kendeng-Baribis Fault, rock susceptibility, 2D modelling.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save