Home
Login.
Artikelilmiahs
55119
Update
ROCHIMATUL FATMAWATI
NIM
Judul Artikel
HUBUNGAN PENGETAHUAN GIZI, POLA ASUH, DAN USIA MP-ASI DENGAN STUNTING DI PUSKESMAS I KEMBARAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Stunting merupakan kondisi gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak. Stunting dapat disebabkan oleh berbagai faktor yang saling berhubungan, seperti asupan gizi yang kurang, pengetahuan gizi ibu, pola asuh makan, dan pemberian MP-ASI. Meskipun berbagai upaya pencegahan dan penanganan telah dilakukan, tetapi kenaikan kejadian stunting masih terjadi di berbagai wilayah. Kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas I Kembaran mengalami kenaikan dari 16,9% pada tahun 2024 menjadi 17,4% di tahun 2025. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan gizi ibu, pola asuh makan, dan riwayat usia pertama pemberian MP-ASI dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas I Kembaran. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan observasional analitik dengan studi cross-sectional yang dilakukan dari bulan Januari-Februari 2026. Variabel independen yang diteliti yaitu pengetahuan gizi ibu, pola asuh makan, dan riwayat usia pertama pemberian MP-ASI. Jumlah sampel sebanyak 58 responden yang ditentukan melalui cluster random sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner melalui wawancara. Analisis data dilakukan secara univariat untuk melihat frekuensi, dan bivariat menggunakan uji Fisher’s exact untuk mengetahui hubungan antara masing-masing variabel independen dengan kejadian stunting. Hasil: Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi ibu (p = 0,180), pola asuh makan (p = 0,208), dan riwayat usia pertama pemberian MP-ASI (p = 0,180) dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas I Kembaran Kabupaten Banyumas. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi ibu, pola asuh makan, dan riwayat usia pertama pemberian MP-ASI dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas I Kembaran Kabupaten Banyumas.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Stunting is a condition of impaired growth and development in children. Stunting is influenced by multiple factors such as inadequate nutritional intake, maternal nutritional knowledge, feeding, and complementary feeding practices. Although various efforts had been implemented, stunting still increased in several areas, such as Kembaran I Public Health Center where the prevalence increased from 16,9% in 2024 to 17,4% in 2025. Therefore, this study aimed to determine the relationship between maternal nutritional knowledge, feeding practices, and the age of complementary feeding initiation with the incidence of stunting in the working area of Kembaran I Public Health Center. Methods: This study used an analytical observational design with a cross-sectional approach that was conducted from January to February 2026. The independent variables examined were maternal nutritional knowledge, feeding practices, and age of complementary feeding initiation. The sample consisted of 58 respondents that were selected with cluster random sampling. The data was collected through interviews with questionnaires as instruments. Data were analyzed with univariate analysis to determine frequencies and with bivariate analysis using Fisher's exact to determine the relationship between each variable with stunting. Results: Maternal nutritional knowledge (p = 0.180), feeding practices (p = 0.208), and age of complementary feeding initiation (p = 0.180) were not significantly associated with the incidence of stunting in the working area of Kembaran I Public Health Center, Banyumas Regency. Conclusion: No significant relationship was found between maternal nutritional knowledge, feeding practices, and the age of complementary feeding initiation with the incidence of stunting in the working area of Kembaran I Public Health Center, Banyumas Regency.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save