Home
Login.
Artikelilmiahs
5511
Update
SURATMAN
NIM
Judul Artikel
KAJIAN LINGKUNGAN TENTANG SAMPAH DI SMAN 1 BANJARNEGARA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
SURATMAN, Program Studi Ilmu Lingkungan¬-Program Pascasarjana Universitas Jenderal Soedirman, Kajian Lingkungan Tentang Sampah di SMA Negeri 1 Banjarnegara, Pembimbing I Dr.rer.nat. Imam Widhiono M.Z., M.S., Pembimbing II Dr. Ir. Achmad Iqbal, M.Si. Timbulan sampah di sekolah setiap hari semakin meningkat seiring dengan jumlah produk dan pola konsumsi yang bertambah. Cara mengatasi peningkatan volume sampah adalah: memilah dan mengelola sampah dari sumbernya melalui pemberdayaan siswa di sekolah. Upaya pemberdayaan siswa adalah melalui jalur pendidikan untuk meningkatkan kesadaran dan sikap serta perilaku agar peduli terhadap masalah lingkungan terutama sampah melalui desain pembelajaran Pendidikan Dasar Ilmu Lingkungan. Tujuan penelitian adalah mendiskripsikan ketersediaan sarana pengelolaan, volume dan komposisi sampah di SMA Negeri 1 Banjarnegara, mengetahui kepadatan lalat di kantin dan penampungan sampah sementara, membandingkan sikap siswa sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran Pendidikan Dasar Ilmu Lingkungan di SMA Negeri 1 Banjarnegara dalam mengelola sampah, serta menganalisis hubungan sarana pengelolaan, volume, komposisi sampah dan kepadatan lalat dengan pengetahuan dan sikap siswa di SMA Negeri 1 Banjarnegara. Penelitian menggunakan metode survai terhadap sampah, kepadatan lalat dan sikap siswa SMA Negeri 1 Banjarnegara. Teknik pengambilan sampel sampah dan kepadatan lalat dengan survai, sedangkan pengetahuan dan sikap siswa menggunakan kuesioner dengan besarnya sampel penelitian sebanyak 282 responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengelolaan sampah di sekolah yang berbasis siswa di SMA Negeri 1 Banjarnegara dapat mereduksi timbulan sampah yang akan dibuang ke tempat pembuangan akhir, namun belum optimal baik dalam pemilahan atau dalam pengomposan karena keterbatasan sarana dan prasarana. Volume sampah yang dihasilkan rata-rata setiap hari adalah 4,03 m3/hari dengan berat rata-rata 105 kg/hari setelah sampah direduksi, menjadi 2,81 m3/hari dengan berat rata-rata 60 kg/hari. Pengelolaan sampah yang dapat dilakukan adalah daur ulang sampah kertas, plastik dan composting. Percepatan pembongkaran dan pengangkutan sampah di penampungan mengakibatkan kepadatan lalat menurun dari kepadatan 0,7-4,4/30 detik menjadi 0,2-1,1/30 detik. Perbedaan sikap sesudah mengikuti pembelajaran mengelola sampah melalui pendekatan pendidikan dasar ilmu lingkungan, dari baik (skor rata-rata 95,08) menjadi lebih baik baik (skor rata-rata 100,63). Hasil belajar yang semakin tinggi, mengakibatkan pengelolaan sampah semakin lebih baik. Siswa mengoptimalkan fungsi fasilitas sarana pengelolaan sampah untuk mereduksi volume dan komposisi sampah. Percepatan pembongkaran dan pengangkutan sampah menurunkan kepadatan lalat di kantin dan tempat pembuangan sampah sementara. Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran dapat dikemukakan sebagai berikut. (1) perbaikan sarana pengelolaan sampah perlu dilakukan dengan mengganti tempat sampah yang rusak serta membeli alat pemotong sampah organik (daun dan rumput) untuk dibuat kompos. (2) volume dan komposisi sampah yang masih tergolong tinggi didaur dengan pengkomposan, pengelolaan sampah anorganik menjadi kerajinan, penggunaan kembali kemasan yang telah kosong untuk fungsi yang sama, penggunaan sisi kertas yang masih kosong untuk menulis dan menghindari pola serta gaya konsumsi yang berlebihan. (3) pembongkaran dan pengangkutan sampah dipercepat di penampungan sementara, sehingga tidak menimbulkan bau yang mengundang lalat untuk berkembangbiak. (4) pengembangan integrasi prinsip ilmu lingkungan pada mata pelajaran Biologi, Geografi dan Sosiologi.
Abtrak (Bhs. Inggris)
SURATMAN. The Environmental Science Study Program, Post-Graduate Program, Jenderal Soedirman University. The Environmental Study on Garbage in Banjarnegara State Senior High School (SMA Negeri I Banjarnegara). The Head of Supervisor: Dr.rer.nat. Imam Widhiono M.Z., M.S., Co-Supervisor: Dr. Ir. Achmad Iqbal, M.Si. The mound of garbage in school increases everyday as the increase of the sum of product and consumption mode. The ways to handle the increased volume of the garbage are by selecting and carrying the garbage out from its sources by empowering students in school. The students' empowerment is conducted through educational way to increase the awareness, attitude and behavior to pay more attention to environmental problem, especially precisely the garbage problem through the learning design of Basic Environmental Study (Pendidikan Dasar Ilmu Lingkungan). The research aims to describe the availability of garbage processing tool, to describe the volume and the composition of the garbage in SMA Negeri I Banjarnegara, to know the fly density in canteen and in the temporary garbage dump, to compare the students' attitude towards garbage before and after joining the Basic Environmental Study in SMA Negeri I Banjarnegara in garbage processing, and to analyze the relationship among the garbage processing tool, the volume, the composition, the fly density and the students' knowledge and attitude in SMA Negeri I Banjarnegara. The research used survey method towards the garbage, the fly density, and the students' attitude. The survey was used in the garbage and the fly density sampling technique and the students' knowledge and attitude was measured by using questioner, and the respondents were 282. The result showed that the garbage processing in school based on students of SMA Negeri I Banjarnegara could reduce the mound of garbage which would be dumped into its garbage dump, however, it had not been optimally conducted both in selecting or decomposing due to the limit of the garbage processing tool. The average garbage volume was 4.03 m3/day and its average weight was 105 kg/day. After the reduction, it became 2.81 m3/day and its average weight was 60 kg/day. The garbage processing that had been conducted were recycling the paper and plastic garbage and composting. The acceleration of unloading and transporting the garbage to its garbage dump caused the decrease of fly density from 0.7-4.4/30 second into 0.2-1.1/30 second. The attitude differences after joining the garbage processing learning in Basic Environmental Study increased from good (average score 95.08) into better (average score 100.63). The higher the students' achievement resulted the better garbage processing. Students optimized the function of garbage processing facilities to reduce the garbage volume and composition. The acceleration of unloading and transporting decreased the fly density in canteen and in temporary garbage dump. Based on the result of this research, some suggestions can suggest. (1) The improvement of garbage processing tool by replacing the broken garbage bin and buying a new organic garbage cutter (for leaves and grass to be composted). (2) The composted of high volume and composited garbage, the maintenance of an-organic garbage into handy-craft, the reuse of empty container, the use of the other side of paper to write and the avoidance of over-consuming way of life. (3) The acceleration of unloading and transporting the garbage from its temporary garbage dump to avoid the stink that caused fly's propagation. (4) The need of integrated environmental principles for the following subjects: biology, geography, and sociology.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save