Home
Login.
Artikelilmiahs
55048
Update
ADISTI DEA FLORENTIA
NIM
Judul Artikel
ALGAL FUNGAL IMMOBILIZED PELLETS (AFIP) AS NOVEL BIOREMEDIATION AGENTS FOR PHENOL FROM TEXTILE EFFLUENTS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Industri tekstil menghasilkan air limbah yang mengandung fenol, zat warna, bahan organik, padatan tersuspensi, padatan terlarut, serta residu nutrien yang berpotensi mencemari lingkungan perairan dan mengganggu keseimbangan ekosistem. Fenol merupakan senyawa toksik yang mudah larut dalam air dan memiliki struktur kimia yang stabil sehingga sulit dihilangkan melalui metode pengolahan konvensional. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi Algal Fungal Immobilized Pellets (AFIP) yang dikembangkan dari Spirulina sp. dan Cladosporium tenuissimum dalam matriks alginat sebagai agen bioremediasi fenol pada larutan fenol sintetis dan air limbah tekstil. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas tiga ulangan. Tahapan penelitian meliputi kultivasi Spirulina sp. dan C. tenuissimum, pembentukan AFIP melalui teknik entrapment alginat, karakterisasi bead, optimasi dosis dan pH, analisis isoterm dan kinetika adsorpsi, pengujian penggunaan ulang (reusability), aplikasi pada air limbah tekstil, serta bioassay fitotoksisitas menggunakan kacang hijau (Vigna radiata). Konsentrasi fenol dianalisis menggunakan metode 4-aminoantipirin, sedangkan data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) yang dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan (DMRT) pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AFIP berhasil dibentuk sebagai bead kompak berwarna hijau kecokelatan yang tersusun atas trikoma Spirulina sp., hifa C. tenuissimum, dan matriks alginat. Dosis optimum AFIP sebesar 20% (v/v) menghasilkan efisiensi penyisihan fenol sebesar 79,40 ± 1,57%, serta menunjukkan kinerja yang stabil pada rentang pH 4-8. Analisis isoterm menunjukkan bahwa proses adsorpsi mengikuti model Freundlich dengan nilai R² = 0,994, sedangkan analisis kinetika mengikuti model pseudo-orde pertama dengan nilai R² = 0,889. Pada aplikasi terhadap air limbah tekstil, AFIP menghasilkan efisiensi penyisihan fenol sebesar 95,499%, dengan nilai COD 21,187 ± 1,973 ppm, BOD 0,573 ± 0,084 ppm, TSS 10,498 ± 1,330 ppm, TDS 269,756 ± 6,108 ppm, dan DO akhir 5,421 ± 0,067 ppm. AFIP juga mempertahankan efisiensi penyisihan sebesar 93,16% setelah tiga siklus penggunaan ulang serta mampu menurunkan tingkat fitotoksisitas, yang ditunjukkan oleh nilai Germination Index kacang hijau sebesar 92,161 ± 3,389% pada larutan fenol hasil perlakuan dan 86,699 ± 5,025% pada air limbah tekstil hasil perlakuan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The textile industry produces wastewater containing phenol, dyes, organic matter, suspended solids, dissolved solids, and nutrient residues that can compromise aquatic and biological safety. Phenol is toxic, water-soluble, and structurally stable, making its removal difficult with simple treatment. This research evaluated Algal Fungal Immobilized Pellets (AFIP), formed from Spirulina sp. and Cladosporium tenuissimum in an alginate matrix, as a biological agent for phenol bioremediation in synthetic phenol solution and textile wastewater. This research used an experimental method with a completely randomized design and three replications. The main stages included cultivation of Spirulina sp. and C. tenuissimum, AFIP formation using alginate entrapment, bead characterization, dosage and pH optimization, isotherm and kinetic analyses, reusability testing, textile wastewater application, and mungbean (Vigna radiata) phytotoxicity bioassay. Phenol was measured using the 4-aminoantipyrine method, and the data were analyzed using ANOVA followed by Duncan’s Multiple Range Test at a 5% significance level. The main results showed that AFIP was formed as compact greenish-brown beads containing Spirulina sp. trichomes, fungal hyphae, and alginate matrix. The optimum AFIP dosage was 20% v/v with 79.40 ± 1.57% phenol removal, and the treatment remained stable at pH 4 to 8. In the isotherm analysis, AFIP was modeled using the Freundlich-type heterogeneous adsorption model, with R2 = 0.994. In the kinetic analysis, AFIP followed the pseudo-first-order model with R2 = 0.889. In textile wastewater, AFIP gave the strongest response with 95.499% phenol removal, COD of 21.187 ± 1.973 ppm, BOD of 0.573 ± 0.084 ppm, TSS of 10.498 ± 1.330 ppm, TDS of 269.756 ± 6.108 ppm, and final DO of 5.421 ± 0.067 ppm. AFIP also retained 93.16% removal performance after three reuse cycles and reduced phytotoxicity, shown by mungbean Germination Index of 92.161 ± 3.389% in treated phenol solution and 86.699 ± 5.025% in treated textile wastewater.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save