Home
Login.
Artikelilmiahs
55047
Update
FITROTUR RIZKI KHOERIN NIDA
NIM
Judul Artikel
PERBANDINGAN KECUKUPAN ZAT BESI, PROTEIN, DAN ANEMIA DEFISIENSI BESI DI PERDESAAN DAN PERKOTAAN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang : Anemia masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dengan prevalensi 16,2%. Anemia pada remaja berdampak pada prestasi akademik serta meningkatkan risiko komplikasi kehamilan dan persalinan di kemudian hari. Salah satu faktor yang berperan adalah rendahnya asupan zat gizi. Selain itu, perbedaan geografis antara wilayah perdesaan dan perkotaan dapat mempengaruhi keterpaparan informasi mengenai anemia. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan tingkat kecukupan zat besi dan protein, serta kejadian anemia defisiensi besi antara siswi SMP di perdesaan dan perkotaan Kabupaten Banyumas. Metodologi : Penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional dilakukan pada 108 siswi di SMP Negeri 4 Kedungbanteng dan SMP Negeri 6 Purwokerto. Sampel di perdesaan diambil dengan total sampling, sedangkan di perkotaan menggunakan stratified random sampling. Variabel penelitian meliputi tingkat kecukupan zat besi dan protein, serta kejadian anemia defisiensi besi. Data asupan makan dikumpulkan menggunakan SQ-FFQ, pengukuran hemoglobin dengan Easy Touch GCHb dan HemoCue Hb 301. Analisis data menggunakan uji Chi Square dan uji Fisher’s Exact. Hasil Penelitian : Sebanyak 88,9% siswi di perdesaan dan 81,5% di perkotaan memiliki kecukupan zat besi kurang. Sebanyak 92,6% siswi di perdesaan dan 87% di perkotaan memiliki kecukupan protein kurang. Anemia ditemukan pada 7,4% siswi di perdesaan dan 14,8% di perkotaan. Tidak terdapat perbedaan tingkat kecukupan zat besi (p=0,279), protein (p=0,641), maupun kejadian anemia defisiensi besi (p=0,221) antara siswi di kedua wilayah. Kesimpulan : Tidak terdapat perbedaan tingkat kecukupan zat besi, tingkat kecukupan protein, maupun kejadian anemia defisiensi besi antara siswi SMP di wilayah perdesaan dan perkotaan Kabupaten Banyumas. Kata kunci : anemia defisiensi besi, perdesaan, perkotaan, protein, zat besi
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background : Anemia remains a public health problem in Indonesia, with a prevalence of 16.2%. Anemia in adolescents affects academic performance and increases the risk of complications during pregnancy and childbirth. Low iron and protein intake are contributing factors. Geographic differences between rural and urban areas may influence access to anemia information. This study aimed to determine differences in iron, protein adequacy, and iron deficiency anemia incidence among junior high school students in rural and urban Banyumas Regency. Methods : An analytical observational study with a cross-sectional design was conducted on 108 female students at SMP Negeri 4 Kedungbanteng and SMP Negeri 6 Purwokerto. Rural samples used total sampling, while urban samples used stratified random sampling. Variables included iron and protein adequacy, and iron deficiency anemia incidence. Data were collected using SQ-FFQ and hemoglobin measurements with Easy Touch GCHb and HemoCue Hb 301. Data were analyzed using Chi-square and Fisher’s exact tests. Results : A total of 88.9% of rural and 81.5% of urban female students had inadequate iron adequacy. A total of 92.6% of rural and 87% of urban female students had inadequate protein adequacy. Anemia was found in 7.4% of rural and 14.8% of urban female students. No differences were found in iron adequacy (p=0.279), protein adequacy (p=0.641), or iron deficiency anemia incidence (p=0.221) between the two areas. Conclusion : There were no differences in iron adequacy, protein adequacy, or iron deficiency anemia incidence among junior high school students in rural and urban areas of Banyumas Regency. Keywords : iron, iron deficiency anemia, protein, rural, urban
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save