Home
Login.
Artikelilmiahs
55040
Update
INDO MARDAYANTI
NIM
Judul Artikel
Aplikasi Pupuk N, P, K Dosis Rendah dan Pembenah Tanah terhadap Tinggi dan Jumlah daun Jagung Manis Sistem Companion Planting
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Praktik pertanian konvensional yang bergantung pada penggunaan pupuk anorganik secara intensif dan sistem monokultur berpotensi menurunkan kualitas lingkungan dan kesuburan tanah. Oleh karena itu, dibutuhkan upaya untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan perlakuan pemupukan, jenis kombinasi tanaman, dan interaksi terbaik antara pemupukan dan jenis kombinasi tanaman terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis pada sistem compantion planting. Penelitian dilaksanakan di Desa Karangnangka, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, dan Laboratorium Agroekologi, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Waktu penelitian dimulai pada November 2025 hingga Maret 2026. Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial terdiri atas dua faktor perlakuan. Faktor pertama adalah pemupukan (N), yaitu N1 = biochar 2 t/ha + pupuk organik 5 t/ha; N2 = biochar 2 t/ha + NPK dosis 50%; N3 = pupuk organik 5 t/ha + NPK dosis 50%. Faktor kedua adalah jenis kombinasi tanaman (C) yaitu, C1 = jagung manis + bawang prei; C2 = jagung manis + kembang kol; C3 = jagung manis + mentimun mini. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) dan apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemupukan, jenis kombinasi tanaman jagung manis dengan bawang prei, kembang kol, dan mentimun mini, serta interaksi keduanya memberikan respons yang setara terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun pada umur 14 dan 28 hst.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Conventional agricultural practices that rely on the intensive use of inorganic fertilizer and monoculture systems have the potential to degrade enviromental quality and soil fertility. Therefore, efforts are needed to overcome this problem. This study aims to determine fertilization treatment, type of crop combinations, and the best interaction between fertilization and type of crop combinations on the growth and yield of sweet corn in a companion planting system. This study was conducted ini Karangnangka Village, Kedungbanteng District, Banyumas Regency, and at the Agroecology Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The study period was from November 2025 to March 2026. The study employed a factorial Randomized Block Design (RBD) consisting of two factors. The first factor is fertilization (N); N1 = 2 t/ha biochar + 5 t/ha organic fertilizer; N2 = 2 t/ha biochar + 50% dose of NPK; N3 = 5 t/ha organic fertilizer + 50% dose of NPK. The second factor is plant combination (C); C1 = sweet corn + leek; C2 = sweet corn+ cauliflower; C3 = sweet corn + mini cucumber. The data obtained were analyzed using analysis of variance (ANOVA) and if significantly different, the analysis was followed by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) at a 95% confidence level. The result of the study indicate that the fertilization treatments, the combinations of sweet corn with leek, cauliflower, and mini cucumber, as well as the interaction between the two factors, resulted in comparable responses in plant height and number of leaves at 14 and 28 days after planting (DAP).
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save