Home
Login.
Artikelilmiahs
55023
Update
ASRIYADI
NIM
Judul Artikel
Asosiasi Makrozoobenthos Dengan Ekosistem Lamun di Pantai Karang Tengah, Nusakambangan, Cilacap
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Hubungan antara lamun dan makrozoobenthos penting dikaji karena perubahan kondisi vegetasi lamun dapat memengaruhi struktur komunitas organisme bentik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis, komposisi, kelimpahan dan keanekaragaman makrozoobenthos, mengetahui tingkat kerapatan dan persentase tutupan lamun, serta menganalisis asosiasi antara tutupan lamun dengan kelimpahan makrozoobenthos di Pantai Karang Tengah, Nusakambangan, Cilacap. Penelitian ini menggunakan metode transek kuadrat untuk pengamatan lamun dan pengambilan makrozoobenthos. Data dianalisis melalui perhitungan kerapatan, persentase tutupan, kelimpahan, indeks keanekaragaman Shannon-Wiener, serta analisis korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks keanekaragaman makrozoobenthos tertinggi terdapat pada Stasiun 3 (2,344), diikuti Stasiun 1 (2,137) dan Stasiun 2 (1,889). Kelimpahan makrozoobenthos pada Stasiun 1 sebanyak 13 individu, Stasiun 2 sebanyak 26 individu, dan Stasiun 3 sebanyak 41 individu. Persentase tutupan lamun rata-rata sebesar 62,94%, dengan nilai tertinggi pada Stasiun 1 (74,92%), Stasiun 3 (61,08%), dan Stasiun 2 (52,83%). Hasil analisis korelasi Pearson menunjukkan hubungan positif yang kuat antara tutupan lamun dan kelimpahan makrozoobenthos (r = 0,731, p = 0,099). Hasil tersebut menunjukkan bahwa tutupan lamun memiliki kecenderungan positif terhadap kelimpahan makrozoobenthos, tetapi hubungan tersebut juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan lainnya.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The relationship between seagrass and macrozoobenthos is important to investigate because changes in seagrass vegetation conditions may affect the community structure of benthic organisms. This study aimed to identify the species, composition, abundance, and diversity of macrozoobenthos, determine seagrass density and percentage cover, and analyze the association between seagrass cover and macrozoobenthos abundance at Karang Tengah Beach, Nusakambangan, Cilacap. This study employed the quadrat transect method for seagrass observation and macrozoobenthos sampling. Data were analyzed by calculating seagrass density, percentage cover, macrozoobenthos abundance, the Shannon-Wiener diversity index, and Pearson correlation analysis. The results showed that the highest macrozoobenthos diversity index was recorded at Station 3 (2.344), followed by Station 1 (2.137) and Station 2 (1.889). Macrozoobenthos abundance was 13 individuals at Station 1, 26 individuals at Station 2, and 41 individuals at Station 3. The average seagrass cover was 62.94%, with the highest value recorded at Station 1 (74.92%), followed by Station 3 (61.08%) and Station 2 (52.83%). Pearson correlation analysis showed a strong positive relationship between seagrass cover and macrozoobenthos abundance (r = 0.731, p = 0.099). These results indicate that seagrass cover tends to be positively associated with macrozoobenthos abundance, although this relationship may also be influenced by other environmental factors.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save