Home
Login.
Artikelilmiahs
54933
Update
ALIF YUSFAN MUNGGARAN
NIM
Judul Artikel
Evaluasi Status Unsur Hara Nitrogen dan Serapannya pada Tanaman Padi Sawah di Daerah Aliran Sungai (DAS) Serayu Tengah Wilayah Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Ketersediaan nitrogen (N-total) tanah tidak selalu berbanding dengan kemampuan tanaman padi dalam menyerapnya, sehingga evaluasi status hara diperlukan dalam rangka mengaitkan langsung dengna prose aktual tanaman padi di berbagai fase. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi status N-total tanah, serapan nitrogen pada tanaman padi, hubungannya dengan hasil panen, dan Menyusun rekomendasi pemupukan pada lahan sawah DAS Serayu Tengah, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga. Penelitian dilakukan pada 15 titik pengamatan menggunakan metode survei eksplorasi dengan parameter pH H2O, pH KCl, DHL, potensial redoks, KTK, N-total tanah, kadar dan serapan nitrogen, serta hasil panen. Hasil menunjukkan status N-total tanah di titik pengamatan tergolong dalam kategori sedang (rerata 0,26% pada 0-25 cm; 0,27% pada 0-50 cm) yang tersebar secara heterogen antar-titik dari sangat rendah (0,02%) hingga sedang (0,42%). Serapan nitrogen pada daun, tanaman panen, dan malai tidak berbanding lurus dengan N-total tanah (R2 berturut-turut 0,006; 0,018;0,068) yang mengindikasikan adanya faktor fisiologis yang lebih dominan. N-total juga berhubungan dengan hasil panen (R2 = 0,079), sedangkan produktivitas padi justru berkorelasi kuat dengan pH H2O (r = 0,555), pH KCl (r = 0,502) dan N-total tanah kedalaman 0-25 cm (r = 0,443). Rekomendasi pemupukan disusun secara bertahap dengan mempertimbangkan batasan agronomi dan keberlanjutan lahan sehingga secara aplikatif (menggunakan urea) berkisar di 254,35-508,70 kg urea ha-1 dengan rerata 322,17 kg ha-1.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Soil available nitrogen (N-total) does not always correspond to the actual capacity of rice plants to absorb it, so an assessment of soil nutrient status is needed to directly link it with the plant's actual nitrogen uptake process at various growth stages. This study aimed to evaluate soil N-total status, nitrogen uptake by rice plants, its relationship with grain yield, and to formulate fertilizer recommendations for paddy fields in the Serayu Tengah Watershed, Kutasari District, Purbalingga Regency. The study was conducted at 15 observation points using an exploratory survey method, measuring pH (H₂O and KCl), electrical conductivity (EC), redox potential, cation exchange capacity (CEC), soil N-total, plant nitrogen concentration and uptake, and grain yield. The results showed that soil N-total at the observation points was generally classified as moderate (mean 0.26% at 0–25 cm; 0.27% at 0–50 cm), with a heterogeneous distribution among points ranging from very low (0.02%) to moderate (0.42%). Nitrogen uptake in leaves, harvested plant tissue, and panicles was not proportional to soil N-total (R² of 0.006, 0.018, and 0.068, respectively), indicating the dominant influence of physiological factors. Soil N-total was also related to grain yield (R² = 0.079), while rice productivity correlated more strongly with pH (H₂O) (r = 0.555), pH (KCl) (r = 0.502), and N-total at a depth of 0–25 cm (r = 0.443). Fertilizer recommendations were developed gradually, taking into account agronomic limitations and land sustainability, so that the applicable urea dosage ranged from 254.35 to 508.70 kg ha⁻¹, with an average of 322.17 kg ha⁻¹.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save