Home
Login.
Artikelilmiahs
54886
Update
AMELSA
NIM
Judul Artikel
Strategi Guru Sekolah Dasar dalam Mengatasi Permasalahan Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan dalam implementasi Kurikulum Merdeka, khususnya di jenjang sekolah dasar. Kurikulum Merdeka memiliki tujuan untuk mewujudkan pembelajaran yang bermakna dan efektif untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta akhlak mulia sebagai pelajar berkarakter Pancasila. Namun, guru masih menghadapi kendala dalam proses implementasinya. Kondisi tersebut mendorong guru untuk menerapkan beberapa strategi agar proses pembelajaran dapat berjalan sesuai dengan tujuan Kurikulum Merdeka. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan strategi guru sekolah dasar dalam mengatasi permasalahan implementasi Kurikulum Merdeka. Sekolah dasar merupakan tingkat pendidikan paling awal yang membentuk karakter dan literasi siswa. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan di SDN 1 Banteran, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Informan penelitian ditentukan secara purposive yang terdiri dari guru kelas, kepala sekolah, dan siswa kelas 6. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji validitas data dilakukan menggunakan triangulasi sumber untuk menghindari bias penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga permasalahan yang dihadapi oleh guru yaitu kurangnya pemahaman dan kesiapan guru dalam implementasi Kurikulum Merdeka, terbatasnya sarana dan prasarana terhadap akses teknologi, dan rendahnya motivasi belajar siswa. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, guru melakukan strategi dengan menyesuaikan capaian pembelajaran, memanfaatkan media pembelajaran sederhana, dan meningkatkan keterlibataban aktif siswa melalui pembelajaran berbasis proyek. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka tidak hanya bergantung pada kemampuan guru, tetapi juga kesiapan sekolah, ketersediaan sarana dan prasarana, serta motivasi belajar siswa. Strategi tersebut mendorong peningkatan profesional guru terutama dalam merancang pembelajaran dan melakukan penyesuaian terhadap berbagai kondisi yang ada. Oleh karena itu, guru disarankan untuk meningkatkan pemahaman mengenai Kurikulum Merdeka melalui pelatihan, komunitas belajar, dan kegiatan pengembangan profesional lainnya. Pihak sekolah juga perlu memberikan dukungan berupa penyediaan sarana dan prasarana pembelajaran, khususnya pada fasilitas teknologi. Dengan adanya kerjasama antara guru, sekolah dan siswa, diharapkan implementasi Kurikulum Merdeka dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research is motivated by problems in the implementation of the Independent Curriculum, especially at the elementary school level. The Independent Curriculum aims to create meaningful and effective learning to enhance faith, piety, and noble character as students with Pancasila values. However, teachers still face challenges in the implementation process. This situation encourages teachers to apply several strategies so that the learning process can run according to the goals of the Independent Curriculum. The purpose of this study is to describe the strategies of elementary school teachers in addressing the problems of implementing the Merdeka Curriculum. Elementary school is the earliest level of education that shapes students' character and literacy. Therefore, this study was conducted at SDN 1 Banteran, Sumbang District, Banyumas Regency. This study was carried out using a descriptive qualitative method. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation. Research informants were selected purposively and consisted of class teachers, the principal, and sixth-grade students. Data were analyzed using the interactive model of Miles and Huberman, which includes data condensation, data presentation, and drawing conclusions. Data validity was tested using source triangulation to avoid research bias. The research results show that there are three problems faced by teachers: the lack of understanding and readiness in implementing the Merdeka Curriculum, limited facilities and infrastructure for technology access, and low student motivation to learn. To address these issues, teachers use strategies like adjusting learning outcomes, utilizing simple learning media, and increasing active student involvement through project-based learning. Based on the findings, it can be concluded that the success of implementing the Merdeka Curriculum depends not only on the teachers' abilities but also on the school's readiness, the availability of facilities and infrastructure, and student learning motivation. This strategy encourages teachers to improve their professionalism, especially in planning lessons and adapting to different conditions. Therefore, teachers are advised to boost their understanding of the Merdeka Curriculum through training, learning communities, and other professional development activities. Schools also need to support this by providing learning facilities and infrastructure, particularly technology. With cooperation between teachers, schools, and students, it is expected that the implementation of the Merdeka Curriculum can run more effectively and sustainably.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save