Home
Login.
Artikelilmiahs
54879
Update
DECKY SAPTA FADILLAH
NIM
Judul Artikel
Pertumbuhan dan Hasil Bibit Kentang pada Variasi Media Tanam dan Lingkungan Tumbuh dengan Sistem Fertigasi Kapiler
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kentang (Solanum tuberosum L.) merupakan komoditas hortikultura penting sebagai sumber karbohidrat setelah beras, gandum, dan jagung, namun produksi kentang nasional masih belum sebanding dengan kebutuhan, salah satunya karena keterbatasan bibit kentang bermutu. Budidaya kentang umumnya dilakukan di dataran tinggi, namun praktik ini berisiko menimbulkan erosi akibat penggunaan lahan yang terus-menerus. Pengembangan budidaya kentang di dataran medium dapat menjadi opsi karena ketersediaan lahan yang lebih luas, meskipun iklim di dataran medium kurang optimal bagi pertumbuhan kentang. Untuk mengatasinya, digunakan screenhouse guna memodifikasi iklim mikro, dikombinasikan dengan sistem fertigasi sumbu kapiler yang efisien dalam penggunaan air pada skala pembibitan polybag. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi media tanam, lingkungan tumbuh, serta interaksi antara keduanya terhadap pertumbuhan dan produktivitas bibit kentang menggunakan sistem fertigasi kapiler di dataran medium. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor, yaitu lingkungan tumbuh dan media tanam yang terdiri atas cocopeat, arang sekam, tanah utuh, dan pasir utuh. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah batang, diameter batang, jumlah daun, Leaf Area Index (LAI), biomassa basah, biomassa kering, dan jumlah umbi. Analisis data dilakukan menggunakan ANOVA untuk data yang memenuhi asumsi uji parametrik, sedangkan data yang tidak memenuhi asumsi dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media tanam memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan beberapa parameter biomassa, dengan media cocopeat menghasilkan pertumbuhan vegetatif terbaik dibandingkan media lainnya. Sebaliknya, faktor lingkungan tumbuh tidak memberikan pengaruh nyata terhadap sebagian besar parameter pertumbuhan secara statistik, meskipun tanaman di dalam screenhouse cenderung memiliki kondisi mikroklimat yang lebih stabil dan menunjukkan pertumbuhan vegetatif yang lebih baik secara deskriptif. Interaksi antara lingkungan tumbuh dan media tanam juga tidak memberikan pengaruh nyata terhadap sebagian besar variabel yang diamati. Secara keseluruhan, media cocopeat merupakan media tanam yang paling sesuai untuk budidaya bibit kentang dengan sistem fertigasi kapiler pada kondisi penelitian ini.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Potato (Solanum tuberosum L.) is an important horticultural commodity and a major source of carbohydrates after rice, wheat, and maize, yet national potato production in Indonesia still falls short of demand, partly due to a shortage of high-quality potato seedlings. Conventional potato cultivation is typically carried out in highland areas, but continuous use of these lands poses a serious risk of soil erosion. As an alternative, developing potato cultivation in medium-elevation areas is a promising strategy given the wider availability of such land in Indonesia, although the climate at these elevations is less optimal for potato growth. To overcome this climatic constraint, a screenhouse is used to modify the microclimate, combined with a capillary wick fertigation system that is water-efficient and well suited for polybag-scale seedling production. This study aimed to evaluate the effects of different planting media, growing environments (inside and outside a screenhouse), and their interaction on the growth and productivity of potato seedlings cultivated using a capillary fertigation system in a medium-altitude area. The experiment employed a Randomized Complete Block Design (RCBD) with two factors: growing environment and planting. Growth parameters observed included plant height, stem number, stem diameter, leaf number, Leaf Area Index (LAI), fresh biomass, dry biomass, and tuber production. Data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) for datasets meeting the assumptions of normality and homogeneity, while non-parametric Kruskal-Wallis tests were applied to datasets that did not satisfy these assumptions. The results indicated that planting media significantly affected plant height, leaf number, and several biomass parameters. Cocopeat consistently produced superior vegetative growth and biomass compared with the other planting media. The growing environment did not significantly affect most observed variables, although plants grown inside the screenhouse generally exhibited better vegetative performance under more favorable microclimatic conditions. Furthermore, no significant interaction was found between planting media and growing environment for most growth and productivity parameters. Overall, cocopeat was identified as the most suitable planting medium for potato seedling cultivation using a capillary fertigation system under the conditions of this study.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save