Home
Login.
Artikelilmiahs
54866
Update
NADI INDRA FIRMANSYAH
NIM
Judul Artikel
Keragaman Genetik Tanaman Mutan Kaempferia parviflora Hasil Iradiasi Sinar Gamma Dengan Penanda Molekuler Random Amplified Polymorphic DNA (RAPD)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Peningkatan keragaman genetik dapat dilakukan melalui iradiasi sinar gamma yang dapat merubah susunan DNA terjadi perubahan anatomi, morfologi, biokimia dan fisiologi tanaman. Analisis keragaman diperlukan untuk mengetahui perubahan yang terjadi melalui analisis morfologi dan molekuler. Penanda molekuler Random Amplification of Polymorphic DNA (RAPD) telah digunakan dalam penelitian menganalisis hubungan kekerabatan dan keragaman genetik spesies Kaempferia parviflora. Hasil analisis morfologi dengan indeks disimilaritas Gower menunjukkan klaster terbagi menjadi dua, genotipe yang memiliki kekerabatan paling dekat yakni pasangan genotipe G6 dan G8 sedangkan genotipe dengan kekerabatan terjauh yakni pasangan G2 dan G6. Hasil analisis RAPD menunjukkan total polimorfisme sebesar 58,62% yang termasuk ke dalam kategori tinggi. Setiap genotipe terbagi menjadi dua berdasarkan indeks disimilaritas Jaccard. Genotipe yang berpasangan dengan genotipe G4 menunjukkan nilai ketidaksamaan yang tinggi dibandingkan genotipe lainnya. Hasil analisis dendrogram dan PCoA berdasarkan karakter morfologi dan marka RAPD menunjukan terdapat perbedaan klaster pola sebaran yang terbentuk dibandingkan hasil analisis berdasarkan karakter morfologi.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Increasing genetic diversity can be achieved through gamma ray irradiation, which can alter the DNA structure, resulting in changes in plant anatomy, morphology, biochemistry, and physiology. Diversity analysis is necessary to identify these changes through morphological and molecular analysis. Random Amplification of Polymorphic DNA (RAPD) molecular markers have been used in research to analyze the phylogenetic relationships and genetic diversity of the Kaempferia parviflora species. Morphological analysis using the Gower dissimilarity index showed two clusters: the most closely related genotypes were the G6 and G8 genotype pair, and the most distantly related genotypes were the G2 and G6 pair. The RAPD analysis showed a total polymorphism of 58.62%, which is considered high. Each genotype was divided into two clusters based on the Jaccard dissimilarity index. Genotypes paired with the G4 genotype showed a higher dissimilarity value compared to the other genotypes. The results of the dendrogram and PCoA analysis based on morphological characters and RAPD markers indicate differences in the distribution pattern clusters formed compared to the results of the analysis based on morphological characters.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save